GAKORPAN Kondusif Pada hari Kamis 27 November 2025 di FK RS. UKI.

Pemerintah418 views

MabesNews.com, Jakarta, 28 November 2025, GAKORPAN (Gerakan Anti Korupsi dan Penyelewengan Anggaran Negara) – Pada hari Kamis, 27 November 2025, bertempat di Fakultas Kedokteran, RS. UKI, bertemu dua sahabat lama: Dr. Bernard BI Siagian, S.H, M.A.Kp., Ketua DPP GAKORPAN, dengan Ketua Umum Partai Setara Indonesia, reinkarnasi dari Partai Damai Sejahtera yang lama, Prof. Dr. dr. P. Ruyandi Hutasoit, Sp.Bu.

Kami berbincang-bincang panjang lebar tentang update kondisi globalisasi politik dunia, terkait gonjang-ganjing polemik politik dunia akhir-akhir ini akibat arogansi ulah segelintir anggota Dewan Senayan.

Rakyat selaku pemegang mandat utama kedaulatan di Republik ini secara konsisten dan penuh terabaikan.

Ironisnya, semenjak kasus krusial demo dan kerusuhan di seantero Nusantara pada 25-28 Agustus 2025 – yang hampir mengulangi kejadian serupa saat Kerusuhan Reformasi 23 Maret 1998 – dimensi mahasiswa bersama rakyat yang sudah muak bergejolak.

Api di dalam sekam menyala. Visi dan misi menggulingkan kekuasaan 32 tahun tirani Orde Baru di zaman edan itu gembar-gembor.

Alhasil, timbullah pemikiran seorang Tokoh Nasional sekaligus pemikir bangsa. Beliau, yang juga pendiri dari Partai Damai Sejahtera tempo dulu, merasa miris akan keadaan bangsa ini, terutama aspek keterpurukan sosial ekonomi rakyat.

Negeri nan elok yang kaya raya sumber daya alam yang berlimpah malah dieksploitasi bangsa asing. Primbon Joyoboyo menyebutkan “gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto rahardjo” (kekayaan alam melimpah, hidup aman tenteram), namun sisi buruknya rakyatnya makan saja susah. Koruptor dari hulu hingga hilir sulit diberantas.

Mafianya ada di setiap kementerian, kasat mata terang benderang di mana-mana. Faktor mark up proyek, cawe-cawe soal biasa, dengan bagi hasil antara oligarki dan para mafia tanah. Wow, ini ibarat Negeri Dongeng Konoha yang sakit kronis akibat koruptornya. “Tikus berdasi” meluas menghinggapi kalangan eksekutif, yudikatif, juga legislatif. Lembaga legislatif, yang seharusnya sebagai lembaga WASKAT (Pengawas Melekat), malah turut ikut berperan aktif. Permainan baru dimulai. Letupan-letupan pada sidang-sidang komisi DPR benar-benar ibarat Negeri Dongeng Konoha.

GAKORPAN, Partai Setara Indonesia, Koruptor, Oligarki, Mafia Tanah, Indonesia Emas 2045, Kedaulatan Rakyat, UUD 1945, Pancasila, Reformasi, Politik Indonesia, ASTACITA, NKRI Harga Mati, AMPERA, Ruyandi Hutasoit

Sebagai kaum intelektual dari mazhab minoritas, visi dan misi Partai Setara Indonesia memotivasi dan mendorong kesetaraan manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya. Tidak ada perbedaan hakiki, baik kasta, suku, etnis, golongan, ras, maupun agama/keimanan. Terpenting, mendorong PANCASILA dan UUD 1945 segi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Seturut pelayanan prima presisi masyarakat yang adil dan makmur, kita mendukung kemakmuran bangsa, keterseimbangan anak bangsa. Tidak ada gap atau batasan untuk berbakti bagi nusa, bangsa, dan agama demi ibu pertiwi. Faktor perbedaan antara si kaya maupun si miskin harus diminimalisir.

Kita berpegang pada UU PERS No. 40 Tahun 1999 dan UU KIP No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Integritas, Loyalitas, segi Transparansi, Akuntabilitas, Proporsional, dan Profesional. Tujuh akhlak ikhlas demi para pahlawan kusuma bangsa yang telah gugur di medan pertempuran dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia menguatkan jati diri bangsa.

Etika moral dan etos kerja patut didorong maksimal. Fungsi kontrol sosial masyarakat adalah menjadi minoritas dalam hakikat arti untuk menjadi “asam, garam, dan lilin yang berkorban demi terang kehidupan dari Allah.” Kita, masyarakat majemuk pluralisme, sepatutnya berjuang demi Indonesia Emas 2045.

Dukung ASTA CITA, Macan Asia di bawah kepemimpinan yang amanah serta atribut bendera dwi warna merah dan putih, berbangsa dan bernegara menuju masyarakat yang adil, makmur, sentosa, berdaulat berlandaskan Pancasila, UUD 1945, NKRI harga mati.

Pada hakikatnya, fungsi dan motto Setara dalam momentum krusial kehadiran Partai Setara Indonesia (PSI) patut didukung penuh dengan nurani yang tulus ikhlas. Partai ini tampil bermetamorfosis aktual menjadi sumber cinta kasih akan sesama anak bangsa sebagai perekat kehidupan, antara partai si kaya dan partai si miskin, atau partai berbasiskan agama, nasionalis, dan kekaryaan.

Anekdot kehadiran Partai Setara Indonesia adalah perekat rasa gotong royong, empati, dorongan kemakmuran negeri secara setara, bersama-sama merangkul teman ekonomi yang lemah dalam bentuk ekonomi kreatif dan koperasi rakyat Setara Indonesia. Setara adalah saling melengkapi satu sama lain, dengan menjadi perekat cinta kasih sesama manusia, baik yang kuat dan yang lemah.

Pentingnya rasa Kesatuan dan Persatuan Bangsa Indonesia, khususnya di dalam mengisi 80 tahun kemerdekaan NKRI. Pembangunan nasional suatu faktor kekosongan ruang publik dan janji-janji manis saat kampanye dulu, yang dapat menjadi bola panas yang siap meletupkan bara api.

Edukasi adalah suatu pembelajaran berharga dari kejadian di awal kerusuhan 25 Agustus 2025. Faktor nilai kepercayaan publik yang makin melemah harus disikapi dan diantisipasi sedini mungkin dengan karya-kekaryaan positif. Khususnya, bagi generasi milenial calon pemimpin bangsa masa depan harus dibekali dogma, ajaran, dan perbuatan yang benar.

“GANYANG PARA KORUPTOR YANG MENYENGSARAKAN RAKYAT KECIL & MISKIN, JUGA MAFIA TANAH & OLIGARKI SESAT!”

Ironis memang serta sangat dilematis, karena ini merupakan faktor penentu dan pemicu kecemburuan sosial. Penjarahan di mana-mana karena mereka (rakyat) itu lapar.

Atensi perhatian khusus bagi yang terpilih jadi wakil rakyat agar jaga integritas sikap, attitude, kesabaran, serta omongan dan perbuatan. Kalian dipilih rakyat, bukan partai.

Adalah untuk mengadakan perubahan krusial demi menyejahterakan rakyat kecil dan miskin. Kepada para anggota dewan yang fasilitasnya sangat fantastis serta kebohongan luar biasa, sehingga disogok pun diam, janganlah lupa akan tanggung jawabnya.

Berdebatlah dengan eksekutif bila ada kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat, dan melukai hati nurani rakyat. Contohnya, penggusuran dan perampasan tanah rakyat dengan alasan demi pembangunan.

Faktor mandat mutlak ada di tangan rakyat, maka kedaulatan rakyat secara konsisten harus dijaga hati dan perasaannya. Konstituen legislatif adalah para pemilihnya dalam pertarungan saat Pemilu, Pileg, Pilkada, dsb.

Janganlah lupa kacang akan kulitnya demi jati diri bangsa.

Bravo Prof. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.Bu. Giatkan peran serta amanah penderitaan rakyat AMPERA (Amanat Penderitaan Rakyat). Untuk partisipasi rakyat, kita jelang pergantian Tahun 2025 menuju awal Tahun 2026. Bangkitkan diri dalam upacara deklarasi peresmian pengurus PARTAI SETARA INDONESIA dalam administrasi mengisi format kelengkapan pengurusan anggota seluruh Indonesia dari pengurus DPP, DPD, DPC, DPAC.

Sukseskan Partai Setara Indonesia (PSI)! Jayalah selalu Partai Setara Indonesia. Partai Setara Indonesia dorong kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Indonesia. “Merdeka!” ujar Bapak Ketum Prof. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.BU.

“Salam ASTACITA GAKORPAN, Menuju Indonesia Emas 2045, Macan Asia!”

Sumber: Tim Investigasi DPP GAKORPAN

Reporter: Ikhsan B.

#GAKORPAN, #PartaiSetaraIndonesia, #Koruptor, #Oligarki, #MafiaTanah, #IndonesiaEmas2045, #KedaulatanRakyat, #UUD1945, #Pancasila, #Reformasi, #PolitikIndonesia, #ASTACITA, #NKRIHargaMati, #AMPERA, #RuyandiHutasoit