MabesNews.com, Kapuas, Kalimantan Tengah – Ketegangan antara aparat kepolisian dan masyarakat adat bersama aliansi organisasi masyarakat (ormas) Dayak terjadi di kawasan jalan hauling milik PT Asmin Bara Baronang (PT ABB) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan persoalan lahan yang selama ini dipersoalkan oleh sebagian masyarakat setempat. Warga menyebutkan bahwa area yang kini dikelola perusahaan merupakan wilayah yang mereka klaim sebagai bagian dari tanah adat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan, situasi sempat memanas hingga terjadi bentrokan antara aparat dari Polres Kapuas dengan massa yang terdiri dari masyarakat adat dan aliansi ormas Dayak.
Dalam insiden tersebut dilaporkan beberapa orang mengalami luka-luka. Informasi yang beredar menyebutkan tiga anggota kepolisian mengalami luka akibat senjata tajam, sementara dua orang dari pihak massa dilaporkan mengalami luka tembak dan telah mendapatkan penanganan medis.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai konflik ini menunjukkan masih adanya persoalan yang belum tuntas terkait pengelolaan lahan dan komunikasi antara perusahaan, masyarakat adat, serta pihak terkait lainnya.
Mereka berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak perusahaan dapat membuka ruang dialog yang lebih luas untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan, sehingga potensi konflik di lapangan tidak kembali terjadi.
Pengamat sosial yang mengikuti perkembangan konflik lahan di wilayah Kalimantan Tengah juga menilai bahwa persoalan tanah adat sering kali membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk verifikasi status lahan, keterlibatan tokoh adat, serta transparansi dalam proses perizinan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi dilaporkan mulai kondusif dengan aparat keamanan yang masih berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan ketegangan lanjutan.
Pihak kepolisian maupun manajemen PT Asmin Bara Baronang (PT ABB) diharapkan dapat memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian serta langkah-langkah penyelesaian yang akan ditempuh.
Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait guna memperoleh keterangan lebih lanjut agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang.
(Bambang)







