Kepala Desa Kadaghu Tana Diduga Menjanjikan Program Pemugaran Rumah, Hingga Kini Belum Terealisasi

MabesNews.com, Agustina Ra Mete, warga Desa Kadaghu Tana, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), mengaku kecewa karena janji program bantuan pemugaran rumah yang disampaikan oleh Kepala Desa Kadaghu Tana, Antonius Ra Ikit, hingga kini belum terealisasi.

Program pemugaran rumah tersebut dijanjikan sejak Juli 2025. Namun hingga Februari 2026, kondisi rumah yang dijanjikan masih berupa rangka dan belum dipasangi atap.

Berdasarkan hasil konfirmasi Media MabesNews.com pada 9 Februari 2026 di rumah salah satu warga, Lukas Loghe Kaka, yang juga merupakan korban janji program tersebut, diketahui bahwa hingga saat ini belum ada kepastian mengenai pemasangan atap rumah.

Lukas mengungkapkan bahwa kayu yang telah dipersiapkan bahkan sudah digunakan untuk rangka bangunan kini mulai rusak. Kayu-kayu tersebut termakan usia, membusuk, dan sebagian tidak dapat digunakan lagi karena terlalu lama dibiarkan tanpa kejelasan pembangunan.

Ia juga menjelaskan bahwa tumpukan kayu terus terpapar hujan dan panas matahari, sehingga banyak yang rusak dimakan rayap dan tidak layak pakai.

Menurut Lukas, dirinya telah mengeluarkan biaya untuk konsumsi, minum, dan bensin selama proses persiapan, namun semua itu menjadi sia-sia karena janji pembangunan tidak ditepati. Akibatnya, kayu yang sudah disiapkan justru menjadi korban dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Lukas menuturkan bahwa Kepala Desa Kadaghu Tana sempat menjanjikan akan menanggung seng atap dan paku untuk program pemugaran rumah tersebut. Namun hingga kini, semua janji tersebut belum direalisasikan dan hanya tinggal janji.

Ia menambahkan bahwa Kepala Desa meminta warga untuk menyiapkan kayu terlebih dahulu. Karena merasa senang dan berharap rumahnya segera dibangun, Lukas segera mencari tukang sensor kayu untuk persiapan. Namun hingga kini, belum ada kejelasan kapan pembangunan akan dilanjutkan.

Menurut penuturan Lukas, tidak hanya dirinya yang mengalami hal tersebut. Beberapa rumah lain yang dibangun sejak tahun 2025 juga hingga memasuki tahun 2026 belum dipasangi atap dan tidak ada informasi lanjutan dari pihak desa.

Warga berharap dengan hadirnya media, Kepala Desa Kadaghu Tana dapat memberikan tanggapan dan segera menindaklanjuti proses pembangunan rumah pemugaran. Mereka khawatir jika dibiarkan lebih lama, dalam satu atau dua bulan ke depan seluruh kayu akan rusak total dan bangunan bisa ambruk karena lapuk.

 

Jurnalis

Dominggus