MabesNews.com, KENAPA orang berada (harta atau kuasa) kadang arogan dan sewenang-wenang? Dilansir dari CNBC, peneliti gabungan dari University of Illinois dan University of California pada 2012 berhasil menemukan jawabannya.
Dalam riset “Social Class, Solipsism, and Contextualism: How the Rich Are Different From the Poor” penyebab orang kaya cenderung punya perilaku buruk karena munculnya sikap egois atau fokus pada dirinya sendiri.
Biang masalah dari permasalahan ini kembali lagi pada besarnya kepemilikan sumber daya, baik uang, harta lain, atau relasi kuasa.
Akibatnya mereka tidak takut apabila tindakannya melewati batasan norma dan etika hukum atau sosial. Sekalipun melanggar, mereka percaya punya kekebalan. Akibatnya, mereka sering merasa dirinya berkuasa.
Lain ceritanya dengan masyarakat kelas menengah ke bawah. Menurut Antony S. R. Manstead dari Cardiff University dalam “The Psychology of Social Class: How Socioeconomic Status Impacts Thought, Feelings, and Behaviour” (2018), mereka lebih berhati-hati dalam berperilaku di masyarakat karena mereka tidak punya sumber daya besar.
Sikap etis yang ditonjolkan dilakukan sebagai upaya membangun kerjasama untuk menciptakan hubungan yang kuat sehingga dapat memberikan keuntungan bagi sesama. Makin rendah kelas sosial, demikian hasil riset tersebut, makin besar pula empatinya.
Meski demikian, seluruh hasil riset yang dipaparkan tidak berupaya menggeneralisir. Ada banyak orang kaya aktif di kegiatan filantropis. Begitu pula tidak sedikit orang kelas menengah ke bawah yang punya sikap tidak etis.
Bagaimana menurut Anda? (Nursalim Turatea).







