MabesNews.com, Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT)** – Kondisi Kantor Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, menjadi sorotan warga. Bangunan kantor desa tersebut tampak memprihatinkan, dengan dinding kusam dan berlumut, atap berkarat, serta beberapa bagian terlihat rusak dan tidak terawat.
**Kodi Utara, Mabesnews.com** – Minggu (21/6/2026), sejumlah warga menyampaikan keprihatinan mereka terhadap kondisi Kantor Desa Hameli Ate yang dinilai kurang mendapat perhatian dari pemerintah desa.
Warga menilai kondisi kantor desa yang reot mencerminkan lemahnya pengelolaan dan pemeliharaan aset desa. Menurut mereka, pemerintah desa memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Setiap tahun desa menerima Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), yang salah satu peruntukannya dapat digunakan untuk operasional dan pemeliharaan kantor desa. Kami mempertanyakan anggaran pemeliharaan tersebut digunakan untuk apa,” ujar Stepen saat ditemui di kediamannya, Minggu (21/6/2026).Senada dengan itu, warga lainnya, Tinus, menyebut bahwa kantor desa merupakan wajah pemerintahan desa. Menurutnya, kondisi kantor yang kotor dan tidak terawat dapat memengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kantor desa adalah wajah pemerintah desa. Jika kondisi kantor kotor dan reot, bagaimana pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal? Apalagi bagian dalam bangunan juga terlihat kurang terawat,” katanya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui instansi terkait dapat melakukan evaluasi terhadap kondisi tersebut. Mereka juga meminta adanya pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran pemeliharaan kantor desa dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, warga mendesak Inspektorat Kabupaten Sumba Barat Daya dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk turun langsung melakukan audit terhadap penggunaan anggaran pemeliharaan Kantor Desa Hameli Ate selama tiga tahun terakhir.
“Kami berharap ada audit dan evaluasi agar diketahui secara jelas penggunaan anggaran pemeliharaan kantor desa selama ini,” ujar Marsel, salah seorang warga.
Warga juga meminta Camat Kodi Utara untuk melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Desa Hameli Ate, sehingga kondisi kantor desa dapat segera diperbaiki dan pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan dengan baik.
(Tim Lapangan Dominggus)






