Jakarta Kondusif dalam ajang bertajuk Bedah Kasus-Kasus Krusial, Dr. Bernard BBI Siagian, Ketua DPP GAKORPAN.

MabesNews.com,Jakarta, 19 Mei 2026 — David Sianipar, SH., MH., Ikhsan B, aktivis anti rasuah sekaligus Praktisi Hukum LBH Pers Prima Presisi Polri, serta Bunda Cici Milkha selaku Ketua Rumah Doa GAKORPAN Milkha Indonesia, menyoroti keterpurukan sosial ekonomi rakyat Indonesia pasca ketegangan di Selat Hormuz yang menyebabkan rupiah anjlok 1,16 persen menjadi Rp17.665 per dolar Amerika Serikat.

Dr. Bernard BBI Siagian mengomentari gejolak krusial tersebut dengan menyoroti melemahnya mata uang dan saham negara-negara emerging market di Asia, termasuk keterpurukan rupiah dan IHSG.

David Sianipar, SH., MH., menyoroti pelemahan mata uang dan indeks saham negara emerging market yang terjadi setelah konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak, penguatan dolar AS, serta kenaikan imbal hasil obligasi global.

Bunda Op. Helena menyatakan bahwa rupiah mengalami pelemahan hingga 1,16 persen ke level Rp17.665 per dolar AS. Kondisi ini disebut sebagai salah satu kabar terburuk di kawasan, sementara IHSG jatuh lebih dari 3,7 persen dan telah terkoreksi lebih dari 25 persen sepanjang tahun ini.

Bunda Cindy mengatakan tekanan terhadap rupiah telah mencapai titik kritis. Menurutnya, kondisi tersebut dipicu perang Iran, arus keluar dana asing, serta kekhawatiran terhadap fiskal dan pasar global. Rapat kebijakan moneter Bank Indonesia pekan ini pun menjadi sorotan para spekulan dan investor asing.

Forum Kebangsaan GAKORPAN menyoroti pergerakan nilai tukar mata uang asing dan indeks saham negara-negara emerging market yang bergerak turun hingga mendekati akhir sesi perdagangan pada awal pekan, Selasa (19/5/2026).

GAKORPAN mengkaji bahwa rupiah Indonesia dan rupee India akan merosot ke rekor kritis terendah, memimpin pelemahan mata uang kawasan. Meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi global, yang secara otomatis memperkuat dolar AS dan menekan ekonomi negara-negara pengimpor minyak bumi.

Rev. Marcel Gerungan, SH., MH., menilai konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah adanya serangan drone yang menghantam aset United Arab Emirates. Saudi Arabia disebut mencegat drone yang masuk, sementara Iran bergerak mengambil kendali atas Selat Hormuz, jalur transit vital bagi lalu lintas kapal tanker minyak dunia.

Dr. Bernard dari GAKORPAN melaporkan, hingga Selasa, 19 Mei 2026, setelah pukul 15.00 WIB, rupiah merosot 1,16 persen ke Rp17.665 per dolar AS. Kondisi ini disebut sebagai penurunan intraday terbesar sejak April 2025 sekaligus menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan.

Pelemahan tersebut juga menandai rekor terendah kedua rupiah dalam sepekan dan menempatkan mata uang Indonesia menuju kinerja terburuk sejak 2016. Pasar Indonesia yang kembali dibuka usai libur panjang akhir pekan masih berada di bawah tekanan pelaku usaha dan investor.

Pelemahan rupiah dipicu oleh lonjakan harga minyak akibat konflik Iran, meningkatnya kekhawatiran terhadap disiplin fiskal, arus keluar dana asing, independensi bank sentral, serta tata kelola pasar saham setelah penghapusan sejumlah saham dari indeks terbaru MSCI.

Ikhsan B dari GAKORPAN menilai IHSG Jakarta terperosok lebih dari 3,7 persen ke level 6.475,24 setelah mengalami lima sesi penurunan berturut-turut dan menyentuh level terendah sejak akhir April. IHSG juga telah terkoreksi lebih dari 25 persen sepanjang tahun ini.

Bank Indonesia berulang kali mencoba menahan pelemahan rupiah melalui intervensi di pasar valuta asing dan berjanji menggunakan instrumen kebijakan moneter untuk meredakan tekanan terhadap rupiah. Rapat kebijakan BI pekan ini menjadi perhatian utama pasar.

Ikhsan B menambahkan, dengan suku bunga BI yang masih berada di level 4,75 persen setelah tujuh kali dipertahankan berturut-turut, Citigroup memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga.

Rupee India juga menyentuh rekor terendah sepanjang masa di level 96,303 per dolar AS, memperpanjang pelemahan sejak konflik Iran mendorong kenaikan harga minyak pada akhir Februari. Mata uang tersebut telah melemah sekitar 5,5 persen sejak saat itu dan menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia tahun ini.

Analis MUFG, Rev. Marcel Gerungan, SH., MH., mengatakan mata uang emerging market Asia menjadi yang paling terdampak oleh penguatan dolar AS. Negara pengimpor minyak seperti India dan Filipina menghadapi tekanan ganda, sementara mata uang sensitif terhadap imbal hasil seperti rupiah juga terbebani faktor domestik.

Di China, mitra dagang terbesar Asia Tenggara, data April menunjukkan momentum pertumbuhan mulai melemah seiring perlambatan output pabrik dan penurunan penjualan ritel. Saham di Shanghai turun 0,4 persen, sementara yuan bergerak stabil.

Di Thailand, data menunjukkan pertumbuhan kuartalan lebih kuat dari perkiraan, ditopang ekspor, konsumsi, dan investasi. Baht relatif stabil, sementara indeks saham SET naik tipis 0,2 persen.

Di antara mata uang lainnya, ringgit Malaysia melemah 0,7 persen menjadi 3,9750 per dolar AS, mendekati level psikologis penting 4,000 dan menuju penurunan tiga sesi berturut-turut.

Indikator mata uang pasar berkembang MSCI turun 0,4 persen untuk hari ketiga berturut-turut seiring aksi jual obligasi global yang memperketat kondisi keuangan di berbagai aset berisiko.

 

Tim Investigasi LBH Pers

Reporter: Ikhsan B Pers