MabesNews.com, Boltim,Sulut- Dugaan pencatutan nama Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, terkait isu permintaan uang kepada salah satu pengusaha tambang emas, menuai reaksi keras dari orang nomor satu di Polres Boltim tersebut. Kepada awak media, Kapolres Boltim secara tegas membantah tudingan kotor yang mengaitkan dirinya dengan permintaan uang, khususnya terkait pencabutan police line di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tobongon, Kecamatan Modayag.“Tidak benar itu. Saya tidak pernah meminta uang, tidak pernah menyuruh siapa pun untuk meminta uang, dan tidak ada kebijakan seperti itu di Polres Boltim,” tegas AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, Selasa 30 Desember 2025. Kapolres menilai isu tersebut merupakan informasi keliru dan hoax yang berpotensi menyesatkan opini publik serta mencederai integritas institusi kepolisian. Ia menegaskan, seluruh tindakan kepolisian di lokasi PETI Tobongon, baik pemasangan maupun pencabutan police line, dilakukan murni berdasarkan pertimbangan hukum dan situasi keamanan di lapangan.“Pemasangan police line dilakukan karena adanya gangguan kamtibmas dan konflik antarpenambang. Ketika situasi dinilai kondusif dan berdasarkan hasil evaluasi, maka dilakukan langkah lanjutan sesuai prosedur. Tidak ada permintaan uang atau kepentingan pribadi,” jelasnya. Lebih lanjut, Kapolres menegaskan komitmennya untuk menjaga profesionalisme dan transparansi dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia juga menegaskan tidak akan mentolerir adanya oknum yang mencoba mencatut nama Kapolres maupun institusi Polri demi kepentingan tertentu.“Kalau ada pihak yang mengatasnamakan saya atau Polres Boltim untuk meminta uang, itu perbuatan yang salah dan tidak bisa dibenarkan. Silakan laporkan, akan kami tindak tegas sesuai aturan perundang-undangan hukum yang berlaku,” tandasnya. Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar serta mengedepankan klarifikasi dari sumber resmi.“Polres Boltim berkomitmen menegakkan hukum secara adil, profesional, dan berintegritas demi menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Bolaang Mongondow Timur,” tutupnya. Sementara itu, Ketua APRI Boltim, Hendra Abarang, yang namanya turut disebut dalam isu tersebut, juga membantah keras tudingan adanya pengumpulan dana ratusan juta rupiah dengan mencatut nama Kapolres Boltim. Ia menegaskan, APRI tidak pernah menerima perintah dari Kapolres untuk mengumpulkan dana apa pun.“APRI tidak pernah menerima perintah Kapolres untuk mengumpulkan dana ratusan juta. Baik Kapolres maupun APRI tidak menerima dana apa pun terkait pembukaan police line di PETI Tobongon,” tegas Hendra. Menurutnya, rekomendasi pembukaan police line dilakukan semata-mata demi perdamaian kedua belah pihak dan mempertimbangkan nasib para penambang lokal yang menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut.“PETI Tobongon adalah tambang ilegal, tentu tidak bisa diklaim sepihak oleh siapa pun. Karena itu APRI menyarankan agar para penambang lokal segera mengurus regulasi melalui koperasi pertambangan agar aktivitas mereka ke depan bisa legal,” jelasnya. Hal senada juga disampaikan pemilik lahan, Idris Sudomo dan Siska Matiala. Keduanya secara tegas membantah adanya kesepakatan maupun permintaan uang dalam bentuk apa pun terkait pembukaan police line.“Informasi itu tidak benar. Kami tidak pernah dimintai uang atau dalam bentuk apa pun. Ini murni bentuk kepedulian Bapak Kapolres Boltim karena di lokasi ini ada ratusan penambang rakyat yang menggantungkan hidup demi kebutuhan istri dan anak mereka,” tegas Idris. Idris menambahkan, pembukaan police line dilakukan melalui pendekatan kemanusiaan dan pertimbangan sosial agar konflik tidak meluas dan merugikan masyarakat. Siska Matiala juga menduga isu tersebut sengaja digulirkan oleh oknum tertentu yang ingin menggiring opini publik agar lokasi tambang kembali ditutup.“Tidak benar informasi bahwa kami memberikan uang ratusan juta rupiah kepada Bapak Kapolres. Kami tidak punya uang sebanyak itu. Ini informasi sesat dan sangat merugikan,” tegas Siska. Ia pun mengapresiasi langkah Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan yang turun langsung ke lapangan untuk mendamaikan konflik keluarga antara dirinya dan Idris Sudomo, sehingga persoalan tidak berlarut dan berdampak luas bagi masyarakat sekitar.(Pusran Beeg)
Isu Permintaan Ratusan Juta Buka Police Line PETI Tobongon Adalah Hoax, Kapolres, APRI dan Pemilik Lahan Kompak Membantah






