Inspektorat Bulukumba Diduga Tidak Mampu Bertindak, Proyek Bermasalah Dibiarkan

Pemerintah1,959 views

Mabesnews.com.Bulukumba – Pengerjaan proyek rabat beton di Dusun Balantieng, Desa Bulolohe, Kecamatan Rilau Ale, kembali menjadi sorotan publik. Proyek ini diduga dikerjakan asal-asalan, terlihat dari kondisi jalan yang berdebu dan penggunaan material cipping berukuran besar yang disebut tidak sesuai dengan spesifikasi rencana anggaran biaya (RAB).

Kritik pedas disampaikan oleh Udin Karim, tim investigasi dari Lembaga Pemuda Afiliasi Toleran Indonesia (PATI), ke media ini pada Sabtu (7/12/2024). Ia mengungkapkan bahwa Inspektorat Bulukumba terkesan pasif meskipun laporan resmi sudah dilayangkan oleh pihaknya.

“Kami sudah menyurati Inspektorat secara resmi, bahkan berita tentang dugaan penyimpangan ini sudah tersebar, tapi sampai sekarang belum ada tindakan konkret. Hal ini membuat kami curiga, jangan-jangan Inspektorat sudah ‘masuk angin’,” ujar Udin dengan nada tegas.

Proyek Berdebu dan Material Tidak Sesuai
Udin menjelaskan bahwa salah satu indikasi kuat pengerjaan proyek ini tidak sesuai prosedur adalah hasilnya yang jauh dari harapan. Jalan yang seharusnya kokoh malah menjadi berdebu, bahkan material yang digunakan tidak memenuhi standar.

“Seharusnya proyek ini memberikan manfaat bagi masyarakat, tapi kalau dikerjakan asal-asalan, malah merugikan. Kami mendesak Inspektorat untuk segera turun tangan sebelum kepercayaan masyarakat semakin terkikis,” tambahnya.

Inspektorat Diam, Publik Menanti Tindakan
Sikap diam Inspektorat Bulukumba menimbulkan tanda tanya besar. Hingga saat ini, belum ada langkah nyata yang diambil, meskipun keluhan ini telah dilaporkan berulang kali. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa pihak-pihak terkait cenderung menutup mata terhadap dugaan penyimpangan.

Lembaga PATI menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini hingga mendapatkan kejelasan. “Jika dibiarkan, ini bukan hanya soal infrastruktur yang buruk, tapi juga mencerminkan lemahnya penegakan pengawasan di daerah ini,” kata Udin.

Publik kini menantikan jawaban dan langkah konkret dari pemerintah daerah, khususnya Inspektorat. Akankah masalah ini ditindaklanjuti dengan serius, atau justru menjadi salah satu dari sekian banyak proyek yang berakhir tanpa kejelasan? Warga menanti jawaban yang tegas,”ungkapnya”.