Bulukumba – Indikasi lemahnya pengawasan penggunaan anggaran kembali mencuat di Kabupaten Bulukumba. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bulukumba resmi melayangkan laporan dugaan penyimpangan anggaran MBG ke Kejaksaan Negeri Bulukumba, sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak-pihak terkait yang dinilai abai menjalankan fungsi kontrol.
Laporan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan IMM Bulukumba disertai dokumen awal yang memuat dugaan kejanggalan dalam pengelolaan dan realisasi anggaran MBG. IMM menilai, potensi penyimpangan ini tak lepas dari minimnya pengawasan internal maupun eksternal, sehingga membuka ruang terjadinya praktik yang merugikan keuangan negara.
“Jika pengawasan berjalan maksimal, dugaan seperti ini tidak akan muncul ke permukaan. Ini alarm keras bahwa fungsi kontrol dari instansi terkait sangat lemah,” tegas salah satu perwakilan IMM Bulukumba.
IMM juga menyoroti sikap pasif pihak pelaksana dan pengawas anggaran yang dinilai tidak transparan dalam memberikan informasi kepada publik. Kondisi ini memperkuat kecurigaan adanya masalah serius dalam tata kelola anggaran MBG.
Dengan laporan ini, IMM Bulukumba mendesak Kejaksaan agar segera melakukan penyelidikan mendalam dan independen, sekaligus memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab. IMM menegaskan, langkah hukum ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya menyelamatkan uang rakyat dari praktik penyalahgunaan.
“Anggaran publik bukan ruang gelap yang bisa dimainkan. Jika pengawasan terus dibiarkan lemah, penyimpangan akan berulang,” tutup IMM.







