Mabesnews.com, Batam – Direktorat Jenderal Imigrasi bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam melakukan operasi pengawasan keimigrasian di kawasan proyek apartemen mewah Marina City Waterfront, Selasa (21/4/2026).
Operasi gabungan ini difokuskan pada pengecekan keberadaan serta aktivitas warga negara asing (WNA) yang bekerja di lokasi proyek konstruksi tersebut. Petugas dibagi dalam beberapa tim untuk menyisir area pembangunan sekaligus memeriksa dokumen keimigrasian para pekerja.
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah WNA yang terlibat langsung dalam pekerjaan di lapangan, seperti pengelasan, finishing, hingga pemasangan material bangunan.
Secara keseluruhan, petugas mendata sebanyak 29 WNA asal Republik Rakyat Tiongkok. Dari jumlah tersebut, lima orang tercatat memiliki Izin Tinggal Terbatas (ITAS), 17 orang menggunakan Izin Tinggal Kunjungan (ITK), dan tujuh lainnya masuk dengan Visa on Arrival (VoA).
Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat dugaan beberapa WNA melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan izin tinggal yang dimiliki. Sebagai langkah awal penindakan, petugas mengamankan sementara paspor milik 24 WNA. Sementara itu, lima orang langsung dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak Imigrasi Batam menyatakan akan melanjutkan proses pemeriksaan terhadap WNA lainnya secara bertahap. Selain itu, pendalaman juga dilakukan terhadap pihak pengelola proyek dan penjamin guna memastikan kesesuaian data tenaga kerja asing dengan kondisi di lapangan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam penegakan hukum keimigrasian.
“Pengawasan akan terus dilakukan secara intensif, terutama di wilayah dengan aktivitas tenaga kerja asing yang tinggi. Setiap dugaan pelanggaran akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Imigrasi juga mengimbau kepada para penjamin dan pelaku usaha agar memastikan seluruh tenaga kerja asing yang dipekerjakan memiliki izin yang sesuai dengan aktivitasnya.
Operasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan di tengah pesatnya pembangunan dan investasi di Batam, sekaligus mewujudkan komitmen “Imigrasi untuk Rakyat”.
(Darman)







