Enam Etnis Lain Peroleh Hibah Lahan Pada Malam Penutupan Pagelaran Seni Budaya Daerah Kabupaten Asahan

Pemerintah401 views

Catatan :Mahyani Muhammad (MM)-

 

MabesNews.com, Medan-Tercatat 7 etnis telah memperoleh pertapakan lahan pada tahun 2008, terdiri etnis Jawa, etnis Melayu, etnis Banjar, etnis Karo, etnis Nias, etnis Minang, etnis Tabagsel.

Sedangkan enam etnis lainnya memperoleh penyerahan hibah lahan berikutnya yang direncakan penyerahan itu dilakukan oleh H. Surya, BSc selaku Bapati, didampingi oleh H. Taufiq Zainal Abidin, S.Sos, M.Si wakilnya, pada malam penutupan Pagelaran Seni Budaya Daerah Kabupaten Asahan pada 06 Agustus 2023 malam.

Dewan Pimpinan Cabang XIX Asahan, Aceh Sepakat Sumatera Utara, telah memformatkan sebuah bangunan utama berlantai dua.dengan ukuran 180 m2, terdiri ukuran 10×18 meter dengan arsitektur dan ornamen Rumah Adat Aceh.

Bahkan dimodifikasikan sebagai bangunan yang dapat berfungsi “Meunasah” dan Rumah Adat. Bangunan ini berada dalam sebuah misi keagamaan dan kebudayaan.Patron kebudayaan dari peradaban hidup masyarakat Aceh.

Fungsi keagamaan tertuju pada perannya sebagai Meunasah, tempat ibadah bagi masyarakat Aceh serta akan diperuntukkan sebagai arena pengenyaman pengetahuan keagamaan. Perlu dicatat dengan tampilnya ornament ke Acehan menjadi icon kebudayaan yang berperankan sebagai infra struktur kebudayaan Aceh.

Dalam area tersebut juga akan berdiri bangunan lainnya, yakni bangunan pendopo u tempat berkumpulnya warga masyarakat Aceh dan bangunan kantor kesekretariatan dari DPC XIX Aceh Sepakat Sumatera Utara.

Tak hanya itu termasuk bangunan pelengkap lainnya sebagai fasilitas umum.

Kala program ini dapat dihadirkan dengan keberadaan bangunannya yang utuh.Maka misi kebudayaan Aceh termaktup dalam ‘Adat bak Poteumureuhom, hukum bak Syiah Kuala, Kanun bak Putro Phang, Reusam bak Laksama’, akan tergambarkan dengan sangat megah dan smart di Kabupaten Asahan.

Bangunan utama berupa Meunasah sampai sekarang telah terlaksana hingga berdirinya pondasi. Tiang-tiang bangunan terbuat dengan semen pada beberapa tahun lalu. Namun kelanjutannya belum terlaksana karena tidak tersediaannya anggaran.

Sementara sebuah bangunan sebagai pendopo telah berdiri dan difungsikan dalam beberapa tahun terakhir. Demikian juga dengan fasilitas kamar mandinya.Begitulah Gerak Langkah dengan “Rangkulan Tangan Bersama”.

Sementara pementasan kebudayaan Aceh di panggung Pagelaran Seni Budaya Daerah Kabupaten Asahan, berada dalam kewenangan dan tanggung jawab Aceh Sepakat Sumatera Utara, DPC XIX Asahan secara penuh.

Dalam rangka pelaksanaannya, terlibat peran dari beberapa pihak. Dengan wajah lepas, dalam aura iner beauty positive memberi support penuh di berbagai perannya. Hal ini

sebuah tujuan agar terselenggaranya pagelaran secara sempurna. Support itu pula diperoleh sahabat Aceh Sepakat Sumatera Utara, DPC XIX Asahan. Tentu memberi kesan bahwa kala berbagai elemen yang berada dalam masyarakat Aceh Sumatera Utara mau dan mampu melangkah seiring sejalan.

Maka tiada hambatan membelenggu diri untuk berperan terbaik, dalam menggapai tebaran pesona ke-Acehan yang pernah jaya dalam peradaban dunia. Penulis melihat berbagai elemen itu hadir.

Di antaranya seluruh sahabat sebagai Dewan Pengurus Aceh Sepakat Sumatera Utara, Cabang XIX Asahan. Mereka mem-planning berbagai program dan mengaktualisasikannya dengan baik atas serangkaian program di lapangan. Mulai membangun sebuah rumah adat Aceh, memprogramkan tampilan pagelaran sekaligus mempersiapkan jamuan makan malam.

Lihatlah menu keacehan untuk rombongan Bupati bersama Forkopimda dan rombongan pihak yang terlibat baik secara eksternal maupun internal mayarakat Aceh. Begitu juga Sahabat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aceh Sepakat Sumatera Utara.

Tak heran, lewat peran Ketua Umum DPP dengan memberi support, baik pandangan sebagai arahannya maupun materiel sebagai tanggung jawabnya yang hadir pada momentum acara. Sehingga rangkaian kegiatan berlangsung dalam kebersamaan dengan beliau.

Tak ketinggalan Sahabat dari Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Sumut, memberi support dan ikut menyusun dan menata rangkaian acara untuk ditampilkan (utamanya prosesi sebuah peresmian), berikut penataan tampilan dengan segala kebutuhannya.

Bahkan support materiel guna terlaksananya program tersebut dengan baik.

▪ Sahabat TAA Cang Panah, mensupport dengan baik. Mereka hadir pada dua minggu sebelumnya guna memantau langsung serta memberikan bantuan. Bukankah pelaminan dengan ornamen keacehan terpasangkan di dalam rumah adat Aceh yang dibangun pada lokasi pagelaran tersebut.

Rumah adat Aceh yang dibangun untuk tentative acara berlangsung dan dihias dalam ornamen ke-Acehan. Tampak tertata apik dan indah dengan pajangan pelaminan bernuansa pink. Itulah peran H. Zulkifli Hamzah (Zulham). DenganIstana pengantinnya, mampu memberi kesan ada aura sedang berlabuh dari cinta sebuah kaum.(bay)