Diduga Pengawasan Tidak Ketat Di HGU Tanaman 2016 Afdeling III PTPN IV Ragional II Kebun Dolok Ilir Mengakibatkan Hama Berkeliaran. 

Pemerintah349 views

MabesNews.com, Kabupaten Simalungun : Sabtu 11 Januari 2025 -Prioritas pengawasan pengamanan diduga sangat bobrok bagi tanaman menghasilkan di lokasi HGU tanaman tahun 2016 blok 16 afdeling III PTPN IV Ragional II kebun dolok ilir,kini menjadi perbincangan bagi awak Media,ada dugaan bagi pekerja satpam ataupun centeng tidak mampu evakuasi hama liar yang mengganggu tanaman pokok kelapa sawit.

Hasil pengamatan Wartawan Media Mabes News.Com bersama tim pada hari kamis pukul 14 : 30 tanggal 9 Januari 2025,menemukan adanya hama binatang liar seperti lembu puluhan ekor hingga ratusan sebagai peternakkan yang belum diketahui pemilik nya siapa, sehingga memasuki lokasi tanaman menghasilkan pada tanaman tahun 2016 yang memakan daun pelepah,ada dugaan menjadi lokasi ajang peternakan HGU PTPN IV Ragional II Kebun Dolok Ilir daerah kecamatan dolok batu nanggar kabupaten simalungun provinsi sumut.

Dampak hama hewan liar seperti lembu dikategorikan dapat mengandung bakteri kotoran sapi mengandung bakteri patogen seperti Escherichia coli (E.Coli) dan Salmonella,bakteri ini bisa berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup,yang mengeluarkan langsung limbah kotoran di gawangan hingga piringan pokok kelapa sawit.

Saat awak Media mencoba konfirmasi langsung ke kantor sudah tutup dan tidak bisa berkomunikasi kepada asisten hingga krani bagian tanaman di HGU afdeling III pada hari kamis 9 Januari 2025,terkait hama hewan berkeliaran masuk ke areal lokasi blok 16 tanaman tahun 2016 diduga pengawasan diduga ada pembiaran dan tidak mampu mengusir ataupun mencegah dari areal supaya tidak masuk.

Dengan terbitnya berita ini,meminta management pimpinan PTPN IV Ragional II Kebun Dolok Ilir beserta FalmCo evaluasi kembali kenerja para karyawan yang diduga tidak maksimal dalam pengawasan ketat untuk mengusir ataupun pencegahan hama agar tidak masuk ke areal lokasi tanaman menghasilkan keadaan masih kecil butuh perhatian khusus.

 

( RS ).