Mabesnews.com, Tanjungpinang – Dewan Hakim asal Kabupaten Lingga menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan netralitas dalam menjalankan amanah sebagai penilai pada Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026.
Salah seorang Dewan Hakim Kabupaten Lingga, Hazni Hamka, mengungkapkan bahwa Kabupaten Lingga mengirimkan sebanyak 11 orang dewan hakim, yang seluruhnya merupakan laki-laki. Menurutnya, seluruh dewan hakim telah berkomitmen untuk melaksanakan tugas secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami dari Kabupaten Lingga berjumlah 11 orang dewan hakim. Insya Allah seluruh dewan hakim akan menjalankan tugas dengan penuh netralitas, profesional, dan berpegang teguh pada aturan perlombaan,” ujar Hazni Hamka.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut semakin diperkuat setelah seluruh dewan hakim menerima arahan langsung dari Ketua Dewan Hakim MTQH XII Provinsi Kepulauan Riau, Said Agil Husin Al Munawar, saat prosesi pelantikan dewan hakim.
Dalam arahannya, Prof. Dr. Said Agil Husin Al Munawar menekankan bahwa seorang dewan hakim wajib menjunjung tinggi nilai keadilan, kejujuran, independensi, serta menjauhkan diri dari segala bentuk keberpihakan. Penilaian harus didasarkan semata-mata pada kualitas penampilan peserta sesuai dengan pedoman dan ketentuan musabaqah.
Hazni Hamka menambahkan bahwa arahan tersebut menjadi pedoman moral sekaligus amanah yang harus dijaga oleh seluruh dewan hakim selama pelaksanaan MTQH berlangsung.
“Pesan beliau sangat jelas, bahwa kehormatan seorang hakim terletak pada integritasnya. Karena itu, kami siap memberikan penilaian yang objektif dan adil demi melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta terbaik yang benar-benar layak menjadi juara,” katanya.
Komitmen Dewan Hakim Kabupaten Lingga tersebut diharapkan semakin memperkuat kepercayaan seluruh kafilah terhadap proses penjurian, sehingga MTQH XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau dapat berlangsung secara jujur, transparan, bermartabat, serta menghasilkan prestasi yang berkualitas dan membanggakan.(Nursalim Turatea).






