Bulukumba – Skandal dapur pengolahan SPPG Bulolohe semakin terungkap dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Setelah sorotan publik yang semakin keras mengenai ketidaklayakan fasilitas tersebut, terungkap bahwa dapur ini tidak hanya melanggar aturan mengenai luas bangunan yang minimal 300 m², tetapi juga dalam kondisi sanitasi yang sangat buruk. Warga dan pemerhati layanan publik dengan tegas menyatakan bahwa dapur ini harus ditutup sementara hingga dilakukan perbaikan menyeluruh, demi mencegah dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.
Sorotan utama tertuju pada luas bangunan yang tidak memenuhi standar minimal yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan. Dapur pengolahan ini seharusnya memiliki area minimal 300 meter persegi agar alur distribusi, kebersihan, dan kesehatan kerja dapat terjaga. Faktanya, luas area tersebut diduga tidak memenuhi syarat, dan ini menambah panjang deretan masalah yang ada.
Ikbal (Tokoh Pemuda Rilau Ale) dengan tegas menyatakan, “Jika memang bangunannya tidak sesuai standar, ini adalah alarm keras. Dapur produksi yang tidak memenuhi kriteria dasar seperti ini jelas berisiko. Harus ditutup sementara hingga semua persyaratan terpenuhi untuk keamanan dan kesehatan pekerja serta konsumen.”
Dugaan pelanggaran semakin diperkuat dengan laporan terkait sanitasi yang buruk. Warga dan pekerja melaporkan adanya saluran pembuangan yang tidak jelas dialirkan kemana, serta kebersihan alat yang sangat minim. Ini memicu pertanyaan besar tentang kualitas pengawasan yang ada, dan apakah benar fasilitas ini pernah lolos penilaian kelayakan.
SPPI, pihak yang bertanggung jawab atas survei kelayakan dapur, kini juga menjadi sorotan. Ikbal mempertanyakan bagaimana fasilitas dengan kondisi seperti ini bisa lolos dalam penilaian. “Ini jelas tidak wajar. Jika standar bangunan dan sanitasi tidak terpenuhi, bagaimana mungkin dapur ini bisa beroperasi? Pengawasan perlu diperbaiki secara menyeluruh,” ujar salah satu pemerhati layanan publik.
Ikbal pun mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan inspeksi terbuka dan mengaudit ulang proses survei yang dilakukan oleh SPPI. Mereka menuntut penutupan sementara dapur SPPG Sapolohe hingga perbaikan dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Jika tidak, risiko kesehatan yang ditimbulkan bisa sangat membahayakan.







