MabesNews.com, Kalimantan Tengah – di kutip dari berbagai sumber Satgas Antimafia Bola Polri dibentuk oleh Bapak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo-red) bersama-sama dengan Ketua PSSI Bapak Erick Thohir, berdasarkan instruksi Presiden (Joko Widodo) dengan tujuan menciptakan iklim persepakbolaan yang bersih di Indonesia, yang terbebas dari praktik pengaturan skor atau match fixing, yang dilakukan oleh mafia bola,” kata Wakabareskrim Polri sekaligus Kasatgas Anti Mafia Bola Polri, Irjen Asep Edi Suheri, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (27/9/2023) lalu.
Mengingat” Ekosistem Pekan Olahraga di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kota Waringin Timur (Sampit) dalam rangka H.Agustiar Sabran Cup yang Ke II dinilai hakim garis tidak netral dalam menjalankan tugasnya, pasalnya beberapa kali pelanggaran yang terlihat jelas ujar seporter dari salah satu kubu liga bola yang enggan di sebutkan, hakim garis maupun panitia penyelenggara kok malah diam saja,ada apa ?.

Pada Senin 27 November 2023,dalam Liga Bola H.Agustiar Sabran Cup yang Ke II dari tim Jerangau Putra Fc vs Bintang Patendu, sampai ada yang jatuh pingsan (tidak sadarkan diri) ini merupakan bagian kelalaian dari hakim garis yang patut di duga tidak netral,menurutnya terkait hal itu hakim garis harus lebih jeli/teliti dalam memperhatikan langkah pemain, dan menindak tegas terhadap Pemain yang melanggar sebuah aturan dalam Liga bola tersebut, ungkapnya pada Media ini.
SIMAK isyarat hakim garis dalam sepakbola akan yang sering ditunjukan dengan alat berupa bendera di tangannya akan diulas dalam artikel ini. Dalam permainan sepakbola, tugas wasit sangat penting sebagai memimpin jalanya pertandingan dan memberikan keputusan yang adil.
Seorang wasit pun tidak sendiri memipin jalannya pertandingan. Ia dibantu asisten wasit, yang salah satunya bertugas sebagai hakim garis. Mengenai hakim garis, ia biasanya dibekali dengan bendera di tangannya guna memberikan isyarat-isyarat dan berkomunikasi dengan wasit.
Sebetulnya, hakim garis juga punya tugas dalam memimpin jalannya pertandingan dan memberikan putusan yang adil. Umumnya hakim garis lebih aktif dalam memberikan isyarat dari pinggir lapangan.
Mengenai tugas hakim garis, berikut ini ada lima isyarat yang kerap dilakukan hakim garis dalam pertandingan sepakbola:
1.Isyarat Lemparan ke Dalam
Ketika lemparan ke dalam, seorang hakim garis juga memberikan isyarat kepada wasit utama Untuk lemparan ke dalam, hakim garis akan berlari menuju titik dimana bola keluar lapangan serta menggunakan bendera ke satu arah tim untuk memberikan lemparan ke dalam.
Hakim garis akan memberikan isyarat mengangkat bendera ke samping, baik kanan maupun kiri. Jika bendera mengarah ke kiri maka artinya lemparan ke dalam untuk tim yang bertahan dan sebaliknya.
2.Isyarat Sepakan Pojok
Tugas lainnya, yakni menentukan tim mana yang berhak mendapat sepak pojok atau tendangan gawang. Ketika tendangan pojok, biasanya hakim garis akan berlari kecil dan mengarahkan bendera yang dipegang ke sudut lapangan.
Lalu untuk tendangan ke gawang, hakim garis akan memberikan petunjuk arah wilayah penjaga gawang. Itu ditujukan sebagai isyarat bahwa tim yang bertahan mendapat ke gawang karena sentuhan lawan sehingga bola keluar garis gawang.
3.Pergantian Pemain
Peran lainnya, yakni dalam pergantian pemain. Hakim garis akan memberitahu wasit utama di lapangan mengenai adanya pergantian pemain, Hakim garis akan memberi sinyal dengan bendera di atas kepalanya serta memiringkan bendera. Hakim garis juga akan memegang ujung bendera dengan kedua tangannya sehingga membentuk segiempat di atas kepala.
4.Isyarat Offside
Tugas hakim garis yang paling vital dan krusial adalah menentukan offside. Hal ini perlu kejelian seorang hakim garis dan memberikan keputusan yang jujur juga adil. Jika seorang pemain terjebak posisi offside, maka bendera diangkat dalam posisi tegak lurus, di mana hakim garis akan berdiri di garis tempat kejadian
5. Offside.
Offside dalam sepak bola adalah ketika pemain berada pada posisi lebih dekat ke gawang lawan daripada pemain bertahan lawan, sebelum bola diumpan oleh rekan satu timnya. Di era modern, peraturan offside dalam sepak bola kerap dimanfaatkan untuk menjebak penyerang lawan. Biasanya itu terjadi ketika tendangan bebas.
Itulah beberapa isyarat bendera dari hakim garis yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.
Terpisah”harapan masyarakat secara umum dan khususnya wilayah Kalimantan Tengah di bagian Kotim di harapkan agar satgas Mafia Bola Turutandil awasi terkait dugaan tersebut dan berantas mafia dan judi Bola, tutup nya.
Kpw-K¹//Bony A







