MabesNews.com, Medan-Dr Ir Swastiko Priyambodo,MSi dari IPB Bogor menyatakan tikus memiliki kemampuan berkembang biak yang luar biasa. Namun, tikus putih sulit diusir karena mamalia ini sudah familiar.
Pada umumnya tikus sawah atau Rattus argentiventer tinggal di persawahan dan sekitarnya merupakan hama utama bagi tanaman padi. Bahkan bisa menurunkan produksi padi yang cukup rendah.
Hal itu diungkapkan Swastiko ketika menjadi pembicara pada Pelatihan Pengendalian Vektor Penyakit dan Hama Pemukiman Tingkat Teknisi dan Supervisor di Hotel Harmes Palace, Rabu 5/6/2024.
Kegiatan yang diikuti 30 peserta dari berbagai perusahaan pestcontrol dan fumigasi digelar DPD Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) Sumatera Utara bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Medan hingga Kamis 6 Juni 2024.

Pada hari kedua pelatihan yang mendapat sambutan hangat dari peserta itu tampak hadir Penasihat yang juga mantan Ketua DPD Aspphami Sumut, Ir Wesly Sianipar, Ketua DPD Aspphami Sumut Wilson Rio H Daulay dan para pengurus lainnya.
Swastiko Priyambodo yang tampil melalui zoom dari IPB Bogor membahas tentang pelatihan Bioekologi Tikus & Metode Pengendalian Terkini.
Dia juga menjelaskan berbagai jenis tikus seperti tikus sawah, tikus pohon, tikus rumah termasuk cerucut dan mamalia pengerat lainnya. Lantas apa saja yang dapat mengundang hama tikus ? Swastiko menyebutkan minyak goreng, makanan gorengan dan lainnya.
Pada musim panas hama tikus berada di persawahan atau ladang pertanian dan waktu musim hujan tikus kembali ke pemukiman penduduk,” kata Swastiko seraya menyebutkan sekali waktu pada musim pandemi global di Australia pernah diserang 200 juta hama tikus.
Tak hanya itu, lanjut Swastiko tikus juga memiliki penyakit pest. Kencing tikus yang terkontaminasi pada makanan bisa berjangkit penyakit. Sementara masa bunting tikus selama 21 hari. Meski tikus masih menyusui tapi mamalia ini bisa kawin lagi. Tak pernah terjadi pada mamalia lain.
Swastiko juga memaparkan tentang pengendalian hama tikus dan apa saja yang dapat mengusir tikus. Seperti kapur barus, minyak tanah, minyak kayu putih, minyak pala, cabe rawit, bawang putih, buah lamtoro. Bahkan buah lamtoro sudah diteliti di IPB Bogor bagus untuk mengusir tikus.
Tapi ada tikus menurut Swastiko yang sulit diusir yakni tikus putih. Soalnya tikus putih sangat familiar dengan manusia sehingga tak mampan diusir. Dia juga menyebutkan bukan hanya tikus yang membawa penyakit pest tapi kucing membawa penyakit.
“Bahkan cerdiknya binatang ahli pengerat ini pada tahun 2014, tikus pernah masuk dalam pesawat terbang Jerman. He, he , tiba-tiba ada tikus dalam cabin pesawat. Namun kalau digigit tikus terkena penyakit rabies lebih kecil dibanding anjing ” ujar Swastiko Priyambodo yang pernah melanjut studi di Jerman itu.
Lantas bagaimana cara mengusir tikus ? Swastiko meyebutkan kalau dibubuhi racun sama makanan lalu diletakkan di situ dan datangtikus diambil makanan tersebut dibawa kesarangnya tapi tidak dimakannya. “Lalu kita tangkap dengan perangkap. Sekali tertangkap jika tidak segera kita pindah dilihat tikus lainnya mereka tidak akan masuk perangkap lagi,” pungkas Swastiko.
Menyinggung tentang Pestisida dan Penggunaannya, pembicara Rocky Mahendra, ST yang tampil pada sesi kedua menanyakan apa penting Pestisida ? “Justru itu kita harus mengerti dulu dan lebih memahami pestisida,” ujar Rocky dari PT Biotek Saranatama ini.
Dia menyebukan Pestisida yang terdiri dari berbagai jenis nama ini mencakup bahan-bahan kimia cair dan jasad renik serta virus yang digunakan untuk membunuh jasad hidup pengganggu tumbuhan.
Di hadapan peserta pelatihan yang cukup serius mengikuti topik tersebut, Rocky mengakui formulasinya pestisida banyak sekali. Seperti Insektisida teknis adalah insektisida yang tidak diformulasikan.
“Insektisida yang tidak diformulasikan dianjurkan jangan sekali-kali digunakan secara langsung. Soalnya sangat berbahaya baik bagi pemakai, operator maupun orang lain,” ingat Rocky Mahendra pada acara yang dihadiri Ketua DPD Aspphami Sumut, Wilson Rio H Daulay dan sejumlah pengurus lainnya.
Sementara itu secara terpisah Penasihat DPD Aspphami Sumut, Ir Wesly Sianipar yang diminta tanggapannya seputar pelatihan Pengendalian Vektor Penyakit dan Hama Pemukiman menyatakan melalui pelatihan yang diadakan DPD ASPPHAMI Sumatera Utara secara berkala memperlengkapi Operator Pest Control.
“Kita harapkan para peserta sebagai tenaga teknisi dan supervisor dapat memberi pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat dan pengguna jasa sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya,” tutup Wesly Sianipar.(tiar)






