Mabesnews.com– Jakarta Dinamika geopolitik global yang kian memanas di Timur Tengah memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas rantai pasok dunia.
Menanggapi hal tersebut, pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Jakarta Jumat, (27/3/2026) menegaskan komitmen ASEAN untuk memperkuat solidaritas kawasan.
Di level operasional, Indonesia bergerak cepat melalui sinergi antara regulator, operator pelabuhan, dan asosiasi penyedia jasa logistik.
Mitigasi dampak geopolitik dan ketahanan energi eskalasi konflik di wilayah Selat Hormuz telah menempatkan keamanan energi dan kelancaran arus barang pada risiko tinggi.
Pakar ekonomi memprediksi adanya potensi kenaikan biaya logistik global yang dapat memicu inflasi domestik. Menghadapi tantangan ini, Menteri Perhubungan RI menekankan pentingnya optimalisasi jalur alternatif dan penguatan hub regional guna memastikan distribusi komoditas esensial tetap terjaga.
Sejalan dengan visi tersebut,Ketua Umum Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI), Khairul Mahalli, menegaskan bahwa keberhasilan diplomasi di level pemimpin negara harus didukung oleh kesiapan infrastruktur penunjang di darat.
“Depo kontainer bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan simpul kritis yang menjaga denyut ekonomi nasional tetap stabil di tengah guncangan eksternal,” ujarnya kepada awak media ini di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
Strategi ASDEKI: Advokasi dan Standardisasi Global
Di bawah kepemimpinan Khairul Mahalli, ASDEKI merumuskan empat pilar strategis untuk memperkuat ketahanan logistik. Pertama, Advokasi Kebijakan Adaptif melalui koordinasi intensif dengan regulator untuk memastikan tarif tetap kompetitif. Kedua, Digitalisasi Terintegrasi (Smart Depo) yang terhubung dengan Inaportnet dan National Logistics Ecosystem (NLE) guna memangkas dwelling time.
Ketiga, penyediaan Kapasitas Penyangga (Buffer Zone) untuk mengantisipasi kongesti pelabuhan. Keempat, Sertifikasi SDM berstandar internasional demi menjamin layanan prima tanpa kerusakan peti kemas (zero damage).
Sinergi Pelindo dan Komparasi Strategi Global
Keberhasilan misi ASDEKI tidak lepas dari kolaborasi erat dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Strategi integrasi yang dijalankan mencakup penerapan Single Entry Point untuk validasi dokumen digital dan penggunaan depo mitra ASDEKI sebagai Extended Stack (perpanjangan area tumpuk) demi menjaga produktivitas dermaga.
Khairul Mahalli menambahkan bahwa Indonesia juga terus mengadopsi standar global sebagai tolok ukur. Dalam analisis data logistik 2026, terdapat beberapa pendekatan unggulan yang menjadi referensi:
Singapura (Automated Intermodal Hub): Menitikberatkan pada penggunaan AI dan vertikalisasi area penumpukan untuk efisiensi lahan yang maksimal di tengah keterbatasan ruang.
Tiongkok (Industrial Clustering): Mengintegrasikan depo langsung di dalam kawasan manufaktur untuk memangkas biaya transportasi darat dan waktu transit secara drastis.
Pelindo (Integrasi Hub & Spoke): Berfokus pada kelancaran arus bongkar muat di dermaga utama dengan dukungan depo satelit sebagai penyangga distribusi.
ASDEKI (Smart Depo & Advokasi): Menekankan pada kepastian biaya operasional darat dan digitalisasi administrasi untuk meredam inflasi logistik.
Data dan Fakta Pendukung
Berdasarkan laporan kinerja sektor perhubungan (Maret 2026), digitalisasi depo telah mampu mereduksi hambatan birokrasi hingga 20%. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga target pertumbuhan ekonomi kawasan di angka 4,5% – 5,0% meskipun terjadi volatilitas di pasar energi dunia. Melalui penguatan konsep Green Logistics bersama Pelindo, ASDEKI juga mulai memenuhi standar keberlanjutan pasar internasional.
“Logistik adalah instrumen perdamaian yang nyata. Dengan menjaga jalur logistik tetap aman dan efisien melalui kolaborasi sektoral yang solid, kita melindungi hajat hidup masyarakat luas,” pungkas Khairul Mahalli.
Sumber Data: Hasil Pertemuan Bilateral RI-Malaysia (Maret 2026).Laporan Kinerja Bulanan Kementerian Perhubungan RI & Pelindo.World Bank Logistics Performance Index (LPI) Update 2026.Siaran Pers Resmi DPP ASDEKI: “Strategi Menghadapi Krisis Global 2026”. (Editor bay)







