Wakaf Mata Hati Kundur Barat Karimun Menuju Lembaga Pendidikan Yang Siap Bersaing dan Terdepan

Mabesnews.com, KARIMUN – Di Bumi Berazam yang tenang di antara laut dan angin pada ujung barat kepulauan riau, Lembaga Wakaf Mata Hati Kundur Barat yang berdiri tahun 2010 kini telah menjelma menjadi bagian kehidupan masyarakat Karimun, dimana kegiatan Lembaga Wakaf ini telah memulai dengan menyelenggatakan pendidikan pengajian agama dan menyediakan asrama, kemudian memiliki unit usaha produktif serta mengasuh membina dan menyekolahkan anak-anak yatim dan dhuafa.

“Wakaf Mata Hati ini sedang membangun peradaban untuk menjaga nilai luhur Islam, agar bisa menghadapi segala tantangan kehidupan di era digital dan modern ini”, ungkap KH. Muhammad Abdan Syakuro, S.Ag. selaku Pengelola Lembaga Wakaf Mata Hati Kundur Barat Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

 

M. Abdan Syakuro yang juga sebagai Ketua MUI Kecamatan Kundur Barat menjelaskan bahwa Wakaf Mata Hati memiliki kegiatan rutin di asramanya, antara lain; menyelenggarakan Tahfidz Qur’an, dalam pecakapan sehari-hari santri dan santriwati di asrama menggunakan 2 (dua) bahasa (bilingual Arabic-English), kursus kaligrafi, Seni bela diri/silat, tilawah Qur’an, Seni Hadroh, berpidato bahasa Arab Inggris (public Speaking), kursus menjahit bagi santriwati.

 

“Segala bentuk kegiatan di asrama Wakaf Mata Hati ini, semuanya adalah bentuk pendidikan untuk membina membentuk dan mencetak calon pemimpin yang tangguh dan berjiwa besar, yang siap terjun di tengah masyarakat dengan berbagai tantangan dan rintangan kehidupan”, tambahnya.

 

Untuk dipahami bahwa kehidupan masyarakat Karimun mencerminkan perpaduan antara kearifan lokal Melayu yang harmonis dengan modernisasi kawasan perdagangan bebas dan merupakan rumah bagi berbagai etnis, utamanya Melayu senagai penduduk asli, diikuti komunitas Tionghoa, Bugis, minang, dan lainnya, maka Lembaga Wakaf Mata Hati ini berusaha untuk tampil menjadi icon potret lembaga pendidikan yang dapat berpengaruh dan diperhitungkan.

 

“Kalau melihat perkembangan jaman seperti ini, maka Wakaf Mata Hati barus bertranformasi menjadi lembaga pendidikan yang mandiri, berkemampuan untuk hidup dan menghidupi, hidup menopang diri sendiri menghidupi bagi para mustahiq yatama, duafa’ dan fakir miskin. Kemudian menjadi Lembaga pendidikan yang siap bersaing dan terdepan dalam mewarnai dan menjadi bagian kehidupan masyarakat Karimun, national dan International”, pungkasnya.

 

 

Hombing