Bulukumba – Pengerjaan proyek paket preservasi jalan Bontomanai–Kindang dengan nilai anggaran sebesar Rp46,8 miliar mendapat sorotan dari masyarakat dan aktivis. Proyek yang dikerjakan oleh PT Ten’e Jaya itu diduga belum membayarkan gaji para pekerja serta sejumlah material hingga hari ini, Rabu (18/03/2026).
Salah seorang pekerja yang mewakili rekan-rekannya mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media.
“Selalu ji berjanji pak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa para pekerja akan mengambil langkah tegas apabila hak mereka tidak segera dipenuhi.
“Kami akan mogok kerja kalau kami belum digaji,” tegasnya.
Selain persoalan upah pekerja, sejumlah pihak juga menyoroti dugaan pembayaran material yang disebut-sebut belum diselesaikan. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada kelancaran pengerjaan proyek infrastruktur tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Ten’e Jaya selaku pemenang tender yang dikonfirmasi melalui pesan singkat belum memberikan tanggapan resmi.
Aktivis Bulukumba, Andis Brow, sangat menyayangkan persoalan tersebut. Menurutnya, dengan besarnya anggaran proyek, seharusnya tidak ada alasan keterlambatan pembayaran upah pekerja maupun material.
“Anggarannya besar, seharusnya hak pekerja dan pembayaran material bisa diprioritaskan,” ujarnya.
Masyarakat berharap agar persoalan ini segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait sehingga tidak menghambat pembangunan serta tidak merugikan para pekerja di lapangan.







