Mabesnews.com, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, sabtu, 14 februari 2026.
Penggunaan Dana Desa di wilayah Sumba Barat Daya kembali menjadi perhatian publik setelah berbagai laporan terkait kurangnya transparansi serta lemahnya pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat mencuat ke permukaan. Banyak kalangan menilai perlunya pengawasan yang lebih ketat agar setiap rupiah Dana Desa benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat Sumba Barat Daya menegaskan bahwa Dana Desa dan keuangan “BUMDES” ‘seharusnya menjadi motor penggerak kemajuan desa, bukan sekadar formalitas administrasi.
Menurut warga, Mereka menilai sejumlah program belum berjalan maksimal, sedangkan desa lain, program keuangan BUMDES,sudah operasi,dan Masi banyak keuangan BUMDES yang tidak transparan dan membutuhkan pengawasan langsung dari pemerintah kabupaten.
Menurut masyarakat, pengawasan tidak boleh hanya mengandalkan laporan tertulis yang disampaikan oleh desa, tetapi harus dilakukan melalui pengecekan lapangan secara objektif dan rutin.
Dorongan ini muncul dari harapan bersama agar Sumba Barat Daya dapat maju melalui pembangunan desa yang transparan, tepat sasaran, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan pengawasan yang kuat, Dana Desa diharapkan dapat digunakan secara maksimal untuk peningkatan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah Sumba Barat Daya.
Oleh karena itu, masyarakat berharap Dinas Inspektorat dan Dinas PMD dapat mengambil langkah-langkah tegas, termasuk memulihkan dana yang tidak dikelola secara transparan dan akuntabel di setiap desa. Harapan masyarakat di setiap desa kini menunggu tindakan nyata dari dinas terkait untuk mengawal seluruh desa agar program-program desa dapat tersalur dengan baik dan merata.
Tim Lapangan
Dominggus





