
(GORONTALO, http://MABESNEWS.COM ) Ketegangan kembali terjadi di lokasi tambang Gunung Pani. Sebuah video yang beredar luas di media sosial merekam adu argumen antara pihak perusahaan dengan penambang lokal terkait legalitas lahan 100 hektar.
Dalam video tersebut, penambang lokal yang bertahan di tenda biru menolak diusik oleh pihak perusahaan. Mereka menilai kehadiran perusahaan di lokasi tersebut tidak memiliki legalitas yang jelas.
Tokoh penambang lokal, *Ilham Kuntono*, mempertanyakan izin dan legalitas perusahaan yang beroperasi di wilayah 100 hektar milik KUD penambang lokal.
“Perusahaan apa izinnya beroperasi di 100 hektar milik KUD ini? Kalau tidak jelas legalitasnya, jangan usik kami di sini,” tegas Ilham dalam video tersebut.
Senada, penambang lainnya yang akrab disapa *Milih Tante*, meminta agar KUD dihadirkan langsung di lokasi. Ia menilai tidak tepat jika hanya pihak perusahaan yang datang tanpa kewenangan yang jelas.
“Jangan hanya perusahaan yang datang. Hadirkan KUD di sini. Kalau hanya perusahaan yang datang mengusik penambang, ini bisa memicu adu fisik di lapangan,” ujarnya.
Para penambang lokal di lokasi tenda biru mengaku tidak gentar dengan desakan perusahaan. Persoalan lahan 100 hektar milik KUD ini disebut menjadi babak baru konflik di Gunung Pani.
Akibat desakan dan argumen kuat dari para penambang, pihak perusahaan akhirnya memilih mundur dari lokasi untuk menghindari ketegangan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun KUD terkait status legalitas lahan 100 hektar yang dipersengketakan tersebut.( JM)
*Tim MabesNews.com*









