Mabesnews.com – Jeneponto — Di tengah geliat pendidikan yang semakin dinamis, SMA Negeri 1 menunjukkan komitmen kuat dalam membentuk generasi muda yang kreatif, peduli, dan berprestasi. Hal ini tercermin dari dua agenda besar yang digelar pada Desember 2025, yakni pelaksanaan SERASI SMANSA 2025 serta aksi kemanusiaan bertajuk Peduli Sumatera yang diinisiasi oleh OSIS.
Kegiatan SERASI SMANSA 2025 akronim dari Seni Religi Akademik dan Sport Integratif digelar pada 8 hingga 12 Desember 2025. Sebuah spanduk besar yang terpampang di area sekolah menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan tersebut. Seorang guru, yang tampak bersahaja dan penuh semangat dalam balutan busana syar’i, berdiri di depan spanduk sambil menunjukkan antusiasme terhadap kegiatan tahunan itu. Program ini mengusung tema besar “Satu Smansa, Seribu Karya, Sejuta Prestasi”, mencerminkan semangat kebersamaan dan kreativitas siswa dalam berbagai bidang.
Melalui SERASI SMANSA, sekolah berupaya menumbuhkan karakter seimbang antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan kemampuan olahraga. Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan watak, solidaritas, budaya kolaborasi, dan penghargaan terhadap potensi yang dimiliki setiap siswa. Guru Bahasa Indonesia SMAN 1, St. Nurung, S.Pd., M.Pd., dalam kesempatan terpisah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah momentum bagi siswa untuk memupuk kepercayaan diri serta karakter positif sebagai bekal masa depan.
Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan, OSIS SMAN 1 dan SMAN lainnya di bawah jaringan organisasi siswa turut menggagas gerakan kemanusiaan bertajuk Membuka Donasi Peduli Sumatera. Gerakan ini diluncurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Bencana tersebut menelan banyak korban jiwa, merusak ribuan rumah, dan memaksa warga mengungsi ke tempat penampungan.
Dalam poster ajakan donasi yang tersebar, OSIS menegaskan pentingnya kepedulian dan solidaritas nasional. Ajakan “Time to Care, Time to Share” menjadi semboyan utama dalam gerakan ini. Donasi dapat berupa pakaian layak pakai maupun bantuan dana yang akan disalurkan langsung kepada korban terdampak. Beberapa foto kondisi lapangan—mulai dari banjir parah, proses evakuasi dengan perahu karet, hingga titik longsor menggambarkan betapa seriusnya dampak bencana yang terjadi.
Para siswa, guru, dan masyarakat dapat menyalurkan donasi melalui posko yang telah dibuka di sekolah atau melalui rekening yang dikelola langsung oleh panitia. Selain itu, OSIS juga menyediakan layanan informasi melalui nomor kontak yang tertera, memastikan proses pengumpulan dan penyaluran bantuan berlangsung transparan dan tepat sasaran.
Gerakan kemanusiaan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Tidak hanya memperkuat karakter peduli sosial di kalangan pelajar, tetapi juga menunjukkan bahwa sekolah adalah pusat nilai moral dan kemanusiaan. Para guru menilai kegiatan seperti ini menjadi pembelajaran nyata bagi siswa untuk memahami pentingnya empati dan aksi nyata dalam membantu sesama.
Dua kegiatan besar yang berlangsung sekaligus ini memperlihatkan wajah pendidikan yang bukan hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan nilai-nilai kemanusiaan. SMAN 1 dan seluruh jajaran sekolah yang terlibat memberikan pesan kuat bahwa pendidikan sejati bukan hanya mendidik, tetapi juga menggerakkan.
Dengan semangat kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian sosial, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berdaya kontribusi bagi masyarakat luas. Semangat ini pula yang membuat kegiatan SERASI SMANSA 2025 dan Donasi Peduli Sumatera menjadi bukti bahwa energi muda mampu menjadi cahaya di tengah tantangan zaman. (NS)







