Mabesnews.com – Batam — Suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan mewarnai pertemuan antara Buya Junaidi dengan Ketua Masjid Jabal Rahmah, Bapak Haji Hamdan, M.M., yang berlangsung pada Jumat, 3 Januari 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara ulama dan pengelola masjid dalam upaya pembinaan umat dan penguatan peran masjid di tengah masyarakat.
Pertemuan yang turut dihadiri dan disampaikan oleh Ustadz Amir Kasim ini berlangsung dalam suasana santai namun sarat makna. Dialog yang terbangun tidak hanya membahas persoalan keagamaan, tetapi juga menyentuh isu-isu sosial kemasyarakatan, peran strategis masjid sebagai pusat pembinaan akhlak, serta pentingnya kolaborasi berbagai elemen umat dalam menghadapi tantangan zaman.
Buya Junaidi dalam perbincangan tersebut menekankan pentingnya dakwah yang menyejukkan dan membangun kesadaran umat melalui keteladanan. Menurutnya, masjid harus menjadi ruang yang ramah bagi semua lapisan masyarakat, tempat ilmu, nilai keislaman, dan persaudaraan tumbuh secara seimbang. Ia juga mengapresiasi peran pengurus masjid yang konsisten menjaga fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan spiritual dan sosial.
Sementara itu, Ketua Masjid Jabal Rahmah, Haji Hamdan, M.M., menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan peran masjid dalam melayani jamaah dan masyarakat sekitar. Ia menegaskan bahwa pengelolaan masjid membutuhkan sinergi antara ulama, pengurus, dan masyarakat agar program-program keumatan dapat berjalan optimal dan memberi dampak nyata. Menurutnya, masjid harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan umat, mulai dari pembinaan keagamaan hingga penguatan nilai kebersamaan.
Ustadz Amir Kasim menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi contoh nyata pentingnya komunikasi dan kebersamaan di antara tokoh agama dan pengurus lembaga keumatan. Ia menilai, silaturahmi seperti ini perlu terus dijaga dan diperluas agar terbangun kesepahaman dalam menjalankan misi dakwah yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret dalam menghidupkan kegiatan keagamaan dan sosial di Masjid Jabal Rahmah. Dengan adanya kesamaan visi antara ulama dan pengelola masjid, diharapkan masjid dapat semakin berperan sebagai pusat peradaban umat, tempat lahirnya nilai-nilai keislaman yang menyejukkan, serta wadah pemersatu masyarakat di tengah dinamika kehidupan modern.(Nursalim Turatea).







