Sejarah Awal Pembangunan Stadion Mattoanging, Ikon Olahraga Sulawesi Selatan

Pemerintah299 views

Mabesnews.com – Batam – Stadion Mattoanging tercatat sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah olahraga dan pembangunan infrastruktur publik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Stadion yang pada masa awal perintisannya dikenal dengan nama Stadion Makassar ini tidak hanya dibangun sebagai sarana olahraga semata, melainkan juga sebagai simbol semangat kebangsaan, persatuan, dan optimisme pembangunan Indonesia pada periode awal pascakemerdekaan.

Proses awal pembangunan stadion ini dimulai pada tanggal 16 Agustus 1955, tepat sehari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-10 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemilihan waktu tersebut mengandung makna simbolik yang kuat, mencerminkan tekad pemerintah daerah dan masyarakat Sulawesi Selatan untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional melalui sektor olahraga. Pada momentum bersejarah itu, peletakan batu pertama pembangunan stadion dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, Lanto Daeng Pasewang, sebagai tanda resmi dimulainya proyek strategis tersebut.

Rangkaian perintisan pembangunan berlangsung dengan khidmat dan sarat nilai kebangsaan. Pencangkulan tanah pertama dilakukan oleh Letnan Kolonel Warouw selaku Panglima Tentara Teritorium VII, yang menandai dukungan penuh unsur pertahanan negara terhadap pembangunan daerah. Selanjutnya, pembongkaran awal lahan menggunakan alat berat berupa buldoser dilakukan oleh A. D. Sjahruddin yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Makassar, mempertegas keterlibatan aktif pemerintah kota dalam merealisasikan pembangunan stadion. Prosesi tersebut dilengkapi dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh K.H. Ramli, sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan harapan agar pembangunan berjalan lancar serta memberi manfaat besar bagi masyarakat luas.

Pembangunan Stadion Mattoanging dilaksanakan secara bertahap sejak 16 Agustus 1955 dan dipercepat untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-IV. Ajang olahraga tingkat nasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Makassar pada tanggal 29 September hingga 6 Oktober 1957. Kepercayaan pemerintah pusat kepada Makassar sebagai tuan rumah PON ke-IV menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sulawesi Selatan, karena untuk pertama kalinya kawasan Indonesia bagian timur dipercaya menyelenggarakan perhelatan olahraga nasional berskala besar.

Puncak dari proses pembangunan dan persiapan panjang tersebut terjadi pada tanggal 27 September 1957. Pada hari bersejarah itu, Stadion Mattoanging secara resmi diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Sukarno, bersamaan dengan pembukaan Pekan Olahraga Nasional ke-IV. Peresmian langsung oleh Presiden menegaskan posisi Stadion Mattoanging sebagai infrastruktur strategis nasional, tidak hanya berfungsi sebagai arena olahraga, tetapi juga sebagai simbol persatuan bangsa, prestasi anak negeri, serta semangat membangun Indonesia melalui olahraga.

Sejak peresmiannya, Stadion Mattoanging telah menjadi saksi berbagai kegiatan olahraga dan peristiwa penting, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Lebih dari sekadar bangunan fisik, stadion ini menyimpan nilai sejarah dan emosional yang kuat bagi masyarakat Kota Makassar dan Sulawesi Selatan. Stadion Mattoanging menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat, menandai sebuah era ketika olahraga, nasionalisme, dan pembangunan berjalan beriringan dalam upaya memperkuat jati diri bangsa Indonesia.

Catatan: Tulisan ini bersumber dari informasi yang dibagikan di Grup Kerukunan Keluarga Turatea pada hari Senin, 9 Februari 2026.