Proyek Milyaran di Pantai Pasir Padi Hancur Agus Kadis PU Pangkalpinang Bungkam

Pemerintah2,528 views

MABESNEWS.COM.– Proyek peningkatan infrastruktur jalan di kawasan wisata Pantai Pasir Padi, Kota Pangkalpinang, kini menjadi sorotan tajam. Proyek yang menelan dana APBD Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp5.177.721.000 tersebut ditemukan dalam kondisi rusak parah di sejumlah titik.

​Berdasarkan pantauan lapangan pada Minggu (4/1/2026), dinding penahan jalan yang berfungsi sebagai pelindung akses jalan  utama wisatawan tampak hancur berkeping-keping. Kerusakan  tersebut akibat hantaman gelombang air laut yang tidak mampu diredam oleh konstruksi bangunan tersebut.

​Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pangkalpinang, M. Agus Salim, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, belum memberikan tanggapan resmi. Meski tim media telah mengirimkan pertanyaan serta tautan berita terkait kerusakan dinding jalan tersebut, Agus memilih untuk tidak merespon/ Bungkam 7/1/2026.

​Hal serupa juga ditunjukkan oleh pihak pelaksana. Proyek yang dikerjakan oleh CV Cintia Putri Pratama—yang diketahui Oleh PIhak Cakra disubkontrakkan kepada pihak lain berinisial CL dan AL—juga tidak memberikan jawaban saat diminta tanggapannya mengenai kualitas pekerjaan yang kini hancur tersebut

Sampai saat ini, kami masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas PU maupun pihak kontraktor untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.

​Kerusakan ini menuai keluhan dari masyarakat setempat. Sule, salah seorang warga sekitar, menyebutkan bahwa hancurnya bangunan terjadi dikarenakan Akibat Gelombang Air laut.

“Proyek ini baru dibangun tahun 2024 lalu, tapi sudah hancur akibat gulungan ombak laut, Pak. Kehancuran yang Bapak lihat bukan di sini saja, di ujung sana juga hancur sebagian akibat arus gelombang,” ujar Sule saat ditemui di lokasi, Minggu (4/1).

​Kondisi bangunan yang hancur dalam kurun waktu singkat memicu spekulasi di tengah masyarakat. Muncul pertanyaan besar apakah kerusakan ini murni disebabkan oleh faktor alam (force majeure) ataukah akibat rendahnya kualitas spesifikasi material yang tidak sesuai dengan karakteristik medan pesisir.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat menanti langkah evaluasi teknis dari Pemerintah Kota Pangkalpinang, mengingat anggaran miliaran rupiah tersebut berasal dari uang rakyat yang seharusnya memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pariwisata daerah. Zl.