Bulukumba – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba kembali menuai sorotan. Program yang bertujuan meningkatkan gizi peserta didik ini dituding berjalan asal-asalan, dengan besarnya anggaran yang tidak berbanding lurus dengan kualitas makanan yang diterima siswa di sekolah-sekolah penerima manfaat. 23/12/2025
Kualitas makanan yang dinilai buruk bahkan disebut menjadi momok menakutkan bagi sebagian siswa untuk kembali mengonsumsi makanan dari program tersebut. Hal ini mengingatkan publik pada kasus yang sempat viral di media sosial beberapa bulan lalu di wilayah Kajang Kassi.
Saat itu, ditemukan pisang dan tempe berulat dalam omprengan MBG yang diterima siswa SMAN 5 Bulukumba (Kajang Kassi), serta di SD Negeri 249 Daloba, Kecamatan Kajang. Temuan tersebut memicu kecaman luas dari masyarakat karena dinilai membahayakan kesehatan siswa.
Belum mereda polemik tersebut, kasus serupa kembali mencuat. Kali ini, makanan berupa kue berjamur yang diduga tidak layak konsumsi kembali viral di media sosial. Kue tersebut disebut tersalurkan kepada siswa di SD Negeri 267 Daulele, Desa Lembang, Kecamatan Kajang.
Peristiwa ini menandakan lemahnya pengawasan dalam penyaluran program MBG, yang dinilai sekadar mengejar distribusi tanpa memperhatikan kualitas.
Aktivis Asatu, M. Rijal, menduga kuat bahwa makanan tidak layak konsumsi tersebut berasal dari dapur yang sama dengan tempe berulat dan pisang berulat yang sebelumnya viral di media sosial. Ia menilai penyaluran program MBG di Kabupaten Bulukumba tidak mengedepankan standar kualitas makanan.
“Intinya makanan tersalurkan, soal kualitas seolah diabaikan,” ujar M. Rijal.
Meski pihak pengunggah pertama video kue berjamur telah memberikan klarifikasi, M. Rijal tetap menaruh kecurigaan. Ia menilai ada kejanggalan pada kondisi kue yang ditampilkan dalam unggahan tersebut.
“Potongan kuenya masih terlihat utuh dan rapi, padahal disebutkan dalam video sudah satu minggu berada di dalam tas. Ini menimbulkan dugaan adanya intimidasi terhadap pihak yang pertama kali mengunggah video tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Bulukumba yang dihubungi melalui pesan WhatsApp terkait dugaan kue berjamur yang berasal dari dapur yang sama dengan kasus sebelumnya, tidak memberikan respons hingga berita ini diterbitkan.(*)













