Polres Taput Laksanakan Trauma Healing di Terhadap Anak-Anak Desa Siabal-Abal Sipahutar.

MabesNews.com, TAPANULI UTARA – Polres Tapanuli Polda Sumut, menggelar acara Trauma Healing terhadap anak-anak Dusun Lobu Tolong Desa Siabal-abal 1, Kec. Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara.

Trauma healing yang dipandu oleh kasi dokkes Ipda dr. Deasy Handayani dan dampingi sejumlah polwan yang bertugas di polres Taput ini digelar, dimana beberapa bulan yang lalu di desa tersebut sempat ter endus informasi adanya begu ganjang sehingga warga khususnya anak-anak sempat mengalami trauma.

Kapolres Taput AKBP Johanson Sianturi S.I.K, M.H melalui kasi dokkes Ipda dr Deasy Handayani mengungkapkan, hal ini sangat penting dilakukan, untuk menghilangkan rasa trauma yang mengakibatkan kondisi psikologis masyarakat terasa tertekan.

Anak-anak perlu kita selamatkan dari tekanan psikologis agar tidak menjadi beban dan berdampak hingga ke masa dewasa.

Sekalipun begu ganjang itu hanya merupakan issue, namun bagi masyarakat yang kurang paham betul tentang kebenaran begu ganjang akan menimbulkan tekanan secara psikologis.

Beberapa hal penting yang menjadi perhatian kita yang dialami masyarakat yaitu tekanan fisik, mental, emosional, dan perilaku masih di kategorikan Middle Traumatic.

Setelah dilakukan treatment hasilnya menjadi Low traumatic ” positif kembali normal”.

Dengan kegiatan Trauma Healing yang kita lakukan bersama tim, rasa aman dan kepuasan masyarakat pun tercapai dan rasa cemas dan kauwatir pun bisa pulih kembali,” terangnya.

Terkait penanganan treatment, Kapolres menjelaskan tim melakukan prosedural therapy

menggunakan metode Butterfly Hug atau teknik menjaga kestabilan emosi dengan cara menstimulus mandiri untuk meredakan rasa cemas dan membuat diri menjadi tenang;

Kemudian tim juga memberikan RelaxationTechnique kepada masyarakat kategori remaja, dewasa dan lansia guna mampu mengelola stress dan emosi pasca kasus Begu Ganjang di desa mereka.

Dikatakan Kapolres Tim ini juga memberikan pelayanan konseling terhadap masyarakat dewasa, orang tua dan lansia dengan hasil tingkat kecemasan dan stress pasca kasus Begu Ganjang di Desa Siabal-abal 1 dengan kategori menengah.

Juga Memberikan Psychological First Aid (PFA) kepada masyarakat dan anak-anak di Desa Siabal-abal 1 dengan metode bermain dan bernyanyi,” ungkap Kapolres.

Metode treatment juga dilakukan dengan metode menguatkan kondisi psikologis serta memotivasi masyarakat di Desa Siabal-abal 1 yang terdampak kasus Begu Ganjang agar tetap menjaga kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan oleh Tim Trauma Healing terhadap masyarakat di Desa Siabal-abal 1 secara fisik terpantau masih baik namun tetap diberikan obat-obatan dan vitamin untuk meningkatkan kesehatan fisik masyarakat, ujar Kapolres.

Eduard JP Hutapea