Mabesnews.com, Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 80 tahun 2026, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau bekerja sama dengan Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam akan menyelenggarakan Perlombaan Berbalas Pantun yang terbuka untuk masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata untuk melestarikan budaya Melayu sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan budaya yang santun, edukatif, dan menghibur.
Perlombaan yang akan dilaksanakan pada Minggu, 21 Juni 2026 di Mega Mall Batam tersebut diharapkan mampu menjadi wadah bagi generasi muda maupun masyarakat luas untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan berpantun. Sebagai warisan budaya Melayu yang telah diwariskan secara turun temurun, pantun memiliki nilai luhur yang mengajarkan kebijaksanaan, etika, sopan santun, serta kecerdasan berbahasa.
Ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan Hari Bhayangkara ke 80, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya Melayu di Kepulauan Riau. Melalui pantun, masyarakat diajak untuk terus menjaga tradisi yang menjadi kebanggaan daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada generasi muda.
Perlombaan akan dilaksanakan dengan sistem satu lawan satu. Setiap peserta diwajibkan menjual atau menyampaikan satu pantun kepada lawan yang kemudian harus dibalas dengan pantun yang sesuai. Dewan juri akan menilai kemampuan peserta dalam menyusun kata, ketepatan isi pantun, kreativitas, kelancaran penyampaian, serta kesesuaian dengan nilai nilai budaya Melayu.
Panitia juga menetapkan bahwa setiap peserta akan memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Para peserta diwajibkan mengenakan pakaian bernuansa adat Melayu sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya yang menjadi ruh utama dalam perlombaan ini. Penampilan yang mencerminkan identitas budaya lokal diharapkan mampu menambah semarak suasana kompetisi.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini diperkirakan cukup tinggi mengingat perlombaan berbalas pantun merupakan salah satu tradisi yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Melayu. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan ini juga dapat menjadi media pendidikan karakter yang mengajarkan kecerdasan berpikir, kemampuan berkomunikasi, serta penghargaan terhadap nilai nilai budaya dan kearifan lokal.
Untuk memberikan motivasi kepada peserta, panitia telah menyiapkan hadiah dengan total jutaan rupiah. Selain uang pembinaan, para pemenang juga akan memperoleh trofi dan sertifikat penghargaan. Hadiah tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaiknya selama perlombaan berlangsung.
Pendaftaran perlombaan dibuka secara gratis sehingga memberikan kesempatan seluas luasnya kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Kebijakan ini menunjukkan komitmen penyelenggara dalam menghadirkan kegiatan budaya yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung pelestarian budaya daerah. Melalui pendekatan kebudayaan, hubungan antara Polri dan masyarakat diharapkan semakin erat sehingga tercipta suasana yang harmonis, aman, dan kondusif.
Tema yang diusung dalam peringatan Hari Bhayangkara ke 80 tahun ini sejalan dengan semangat Presisi yang mengedepankan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Melalui kegiatan berbalas pantun, nilai nilai tersebut diwujudkan dalam bentuk interaksi yang santun, kreatif, dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini karena dinilai mampu memperkuat eksistensi pantun sebagai salah satu identitas utama budaya Melayu. Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang semakin pesat, pelestarian pantun menjadi tanggung jawab bersama agar tidak hilang ditelan zaman.
Pemerintah Kota Batam juga memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan perlombaan ini. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, lembaga adat, dan kepolisian dalam satu kegiatan menunjukkan sinergi yang kuat dalam menjaga dan mengembangkan budaya daerah sebagai aset penting pembangunan masyarakat.
Dengan terselenggaranya Perlombaan Berbalas Pantun Hari Bhayangkara ke 80 ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya mencintai budaya Melayu tetapi juga mampu menjadi pelestari dan pengembangnya. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan kecintaan terhadap budaya bangsa, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya Melayu sebagai identitas masyarakat Kepulauan Riau.
Sebagaimana tema yang diangkat dalam kegiatan ini, pantun berirama, budaya terjaga, Polri dicinta, Kepulauan Riau sejahtera. Semangat tersebut diharapkan terus hidup dalam kehidupan masyarakat sehingga budaya Melayu tetap lestari dan menjadi kebanggaan generasi masa kini maupun masa yang akan datang.(Nursalim Turatea).







