Peringatan TRITURA ke 58 DPP Laskar Ampera Arief Rachman Hakim Angkatan’66

Pemerintah212 views

MabesNews.com, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Laskar Ampera Arief Rachman Hakim Angkatan’66. Mengenang 10 Januari 1966 sebagai hari lahirnya TRITURA (Tiga Tuntutan Rakyat) tepat hingga hari ini 58 tahun, di Taman Ismail Marzuki, Sabtu 20 Jan 2024. Yang disampaikan oleh Binsar Effendi Hutabarat, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Laskar Ampera Arief Rachman Hakim Angkatan’66.

Kepada Yth, Ketua Dewan Pembina, Bapak Dr. Ir Akbar Tanjung Ketua Dewan Penasehat, Bapak Prof. Bomer Pasaribu Ketua Umum LA-ARH 66, Bapak Datuk Abdul Muis Bsc.

Ass. Wr. Wb, Syalom, Salam Sejahtera bagi kita semua.

Salam Ampera! Merdeka, mengenang 10 Januari 1966 sebagai hari lahirnya TRITURA (Tiga Tuntutan Rakyat) tepat hingga hari ini 58 tahun yang silam, kami yang bergabung dari kesatuan-kesatuan aksi-aksi gerakan militan yang terdiri dari: KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Peladjar Indonesia), KAPI (Kesatuan Aksi Peladjar Indonesia), KASI (Kesatuan Aksi Sardjana Indonesia), KAGI (Kesatuan Aksi Guru Indonesia), KABI (Kesatuan Aksi Buruh Indonesia), Kami menuntut sebagai berikut:

1. Bubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI)

2. Retol Kabinet Dwikora (Bubarkan 100 Menteri)

3. Turunkan Harga

Dari ketiga tuntutan tersebut baru 2 yang tercapai sedangkan tuntutan ketiga (Turunkan Harga) belum tercapai hingga saat sekarang.

Partai Komunis Indonesia (PKI) dibubarkan pada tanggal 12 Maret 1966 dan Kabinet Dwikora diganti menjadi Kabinet Ampera. Bagi kami sekarang yang bergabung dari seluruh kesatuan-kesatuan Aksi (Angkatan 66 Menjadi LASKAR AMPERA ARIEF RACHMAN HAKIM (DPP. LA. ARH) meneruskan Tuntutan kami yaitu TURUNKAN HARGA, pada tahun 1966 kami akan buktikan dan perjuangkan janji kami sebagai pejuang Angkatan 66 yang militant dan perkasa sampai saat ini walaupun sekarang sudah sepah dan lanjut usia (LANSIA).

Kenapa? kami walaupun sudah sepuh dan lansia harus berjuang lagi? Karena secara kebetulan bangsa Indonesia, tahun ini tahun politik yang lagi musim janji- janji muluk tahun penentuan arah kemajuan bangsa Indonesia, tahun menuju dan menjelang TAHUN EMAS yang sekarang kita dengung-dengung kan, khususnya para calon legislatif DPRD, DPR RI, DPD dan pemilu tahun ini kita harapkan sebenarnya tahun pemilu yang bermartabat.

Tetapi tahun ini juga tahun pemilu sandiwara, tahun penuh sogok menyogok, tahun buang duit untuk menyuap rakyat agar dia dipilih jadi wakil rakyat dan presiden, wakil presiden. Namun didalam aturan pemilu, Bawaslu hal tersebut diatas tidak boleh dilakukan tetapi kenyataannya Tuhanlah yang Maha Tahu dan dosa-dosa ini harus kita cegah kalau bisa pemilu kali ini sebenarnya pemilu Terumit didunia.

Kenapa terumit di dunia? Karena 200 juta rakyat Indonesia memilih wakil rakyat dan presiden khusus dipulau jawa ini 50% lebih pemilihnya terdiri dari generasi milenial jadi kita akan maju dan bangsa yang berhasil jika generasi muda kita sehat-sehat tidak terlibat narkoba dan perjudian daring.

Persiapan untuk generasi emas maka makanan kita harus steril dari bahan kimia pupuk yang mengandung racun sehingga ditubuh bangsa kita setiap kita makan menjadi makanan terbaik untuk kesehatan dan kehidupan anak kita dalam rangka manusia emas Indonesia. Dalam rangka menurunkan harga beras dari Rp. 10.000,- Rp. 12.000,- Rp. 15.000, Rp. 20.000 hingga Rp. 25.000 (Pandan Wangi) kita buktikan menjadi harga Rp. 5.000. Saya dan Kita melihat dan merasakan secara jujur semua harga-harga sudah hampir tidak terjangkau atau tidak mampu mengatasi kemiskinan rakyat. Padahal selama periode 9 tahun bapak Jokowi memimpin sudah harus swasembada beras kita.

Dimana janji beliau kepada petani akan memberikan tanah 9 juta HA kepada rakyat, tetapi apa yang terjadi, pembagian tanah kepada petani gagal, Jokowi sebagai yang sangat luar biasa jasanya dimana beliau berhasil terpilih menjadi Walikota Solo lalu berhasil menjadi Gubernur DKI, kemudian terpilih pula sebagai Presiden RI dua periode yang paling hebat beliau juga terpilih sebagai Presidensi G20 Tetapi Prestasi ini diakhir jabatannya sampai saat ini belum berhasil memperjuangkan sistem ketahanan pangan sehingga kita harus import beras sebanyak 3 juta ton, negara yang sangat miskin seperti India, Pakistan itupun kita harus mengemis dan belakangan ini India menolak import kepada kita. Sehingga sistem ketahanan pangan kita rapuh karena kita memakai sistem cadangan beras pemerintah.

Disaat kegagalan kita terhadap harga-harga pangan, kita membuat konsep food estate! Padahal konsep tersebut tidak memihak produksi kelompok tani, konsep kerakyatan yang kita tunggu semakin parah, kalau janji kampanye ketiga capres/wapres masalah beras jauh dari harapan kita karena pemilik lahan tanah untuk petani tidak adil, kenapa?

Karena kepemilikan lahan hanya dikuasai oleh beberapa orang kaya bahkan kepemilikan tanah dikuasai juga oleh Capres no 2 kemudian Capres no 1 konsepnya hayalan seorang akademis dan konsep Capres no.3 konsep seorang yang pernah jadi saksi korupsi E-KTP. Sebetulnya kalau saya menilai secara jujurlah kita semua sudah dibodoh-bodohi oleh Partai Politik karena Ex Ketua DPR RI Setya Novanto Korupsi E-KTP padahal itu hak utama rakyat, KTP.

Kemudian Hakim Agung juga terlibat korupsi Rp. 800.000.000 memalukan, padahal Hakim adalah wakil TUHAN, Anggota BPK juga korupsi, anggata TPPU Korupsi, Jenderal Polisi Napoleon Bonaparte Korupsi, Jenderal Adam Damiri dari TNI Korupsi dana pensiun TNI-Polri kasus Asabri, lalu pejabat BASARNAS korupsi, Menteri Agama Korupsi, Menteri Perikanan Korupsi, Menteri Perdagangan korupsi minyak sawit, Menteri Pertanian korupsi, kita melihat Menteri Sosial yang sedang perlu-perlunya kita menghadapi Covid bisa-bisanya Menteri yang berasal dari pembela wong cilik ini NILEP sembako per paket Rp. 10.000,- Bayangkan partai berkuasa rakusnya terhadap rakyat yang sedang sengsara. Dari partai NASDEM yang Sok-sok perubahan 2 sekjennya sekarang lagi nginap di penjara ngembat uang Menara BTS yang nilainya 8 triliun ini banyak yang terlibat, tapi lama-lama hampir dilupakan seperti yang suap yang dikardus duren karena dia Ketua Partai jadi bisa dilupakan.

Jadi Angkatan 66 harus koreksi total terhadap ketidakbenaran dan kontrol serius terhadap Capres/Cawapres periode 2024-2029 karena dua ratusan kepala daerah, walikota, bupati, gubernur, dan lurah camat ada banyak terlibat sekarang masih tinggal di hotel Prodeo alias penjara. Kita dapat melihat di Global Coruption bahwa Negara Indonesia termasuk Negara terkorup di dunia padahal negara kita negara kaya yang terbesar penghasil kelapa sawit didunia, negara terbesar penghasil nikel, negara terbesar penghasil gas alam didunia, negara terbesar penghasil rumput laut, tembaga, emas dan alumunium, bauksit dan timah terbesar di dunia begitu ikannya ada 10 juta ton pertahun, kalau tidak dimaling orang luar. Negara kita dibodoh-bodoh negara kecil Singapura dan kekayaan kita banyak yang dibawa oleh orang asing, sehingga singkat kata kami gabungan Angakatan 66 Harus membuat Maklumat Ampera 66 Sebagai berikut:

MAKLUMAT AMPERA

Kami Seluruh Jajaran Keluarga Besar Angkatan 66 yang bergabung dengan LASKAR AMPERA ARIEF RACHMAN HAKIM ANGKATAN 66 Menyampaikan Kepada :

Pemenang Calon Presiden Wakil Presiden Periode 2024-2029

1. Membantu kami memperjuangkan Nasib rakyat Indonesia khususnya Petani, Peternak dan Nelayan agar dihilangkan Pungli dan Pungutan Sewa lahan, Sewa alat-alat Pertanian, Subsidi Pupuk dan Benih Padi.

2. Memberikan fasilitas bebas angkutan hasil produksi ketahanan pangan secara gratis

3. Memberikan upah kerja berupa insentif dan bonus kepada Petani, Peternak dan Nelayan.

 

Jakarta, 20 Januari 202

Binsar Effendi Hutabarat

Sekretaris Jenderal

 

(Chris Manalu/Bevin Siahaan)

Jangan Lewatkan

News Feed