Tanjung Medan, Labuhanbatu Selatan. MabesNews. 04 Februari 2026. Persulukan Syiar Islam Tanjung Medan dengan khidmat telah menyelenggarakan peringatan Haul ke-33 wafatnya Almarhum Syeikh H. Zakaria Musa Siregar Al Kholidi Naqsyabandi, Tuan Guru Pendiri Persulukan Syiar Islam Tanjung Medan. Acara puncak Haul dilaksanakan pada hari Rabu, 04 Februari 2026, dimulai pukul 09.00 WIB, bertempat di kompleks Persulukan Syiar Islam Tanjung Medan, Kelurahan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhan Batu Selatan.
Rangkaian kegiatan telah dimulai dengan Suluk Akbar selama 10 hari 10 malam, sejak Ahad, 25 Januari 2026. Selain itu, Ratib Samman juga dilaksanakan selama tiga malam berturut-turut di Makam Tuan Guru, yakni pada malam Senin (01 Februari 2026), malam Selasa (02 Februari 2026), dan malam Rabu (03 Februari 2026) yang diisi dengan pembacaan Al-Barzanji.
Susunan acara puncak Haul ke-33 meliputi Pembukaan oleh Pembawa Acara, Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, Kata Sambutan dari Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu Selatan atau yang mewakilinya yaitu pihak Kapolres Tanjung Medan, serta ceramah spiritual dari Tuan Guru Batak (TGB) Syeikh Dr. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagugguk, MA, Simalungun, dan Tuan Guru kita Syeikh H. Muhammad Ali Guntur Siregar. Acara juga dimeriahkan dengan Pembagian Nasi Berkah Haul ke-33, Pembacaan Riwayat Hidup Syeikh H. Zakaria Musa Siregar Al Kholidi Naqsyabandi, dan ditutup dengan Do’a.
Dalam kesempatan ini, Syeikh H. Muhammad Ali Guntur Siregar, Tuan Guru Persulukan Syiar Islam Tanjung Medan, menyampaikan, “Haul ke-33 ini adalah momentum penting bagi kita untuk mengenang kembali keteladanan dan ajaran mulia Syeikh H. Zakaria Musa Siregar. Melalui Suluk Akbar, kami berharap seluruh jamaah dapat memperbaharui iman dan meningkatkan kedekatan dengan Alloooh SWT, meneruskan perjuangan dakwah beliau yang telah mengakar kuat di hati / matahati ummati-ummati.”
Senada dengan itu, Tuan Guru Batak (TGB) Syeikh Dr. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagugguk, MA, Simalungun, menambahkan, “Syeikh H. Zakaria Musa Siregar adalah seorang mursyid yang meninggalkan warisan spiritual tak ternilai. Peringatan Haul ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pengingat akan pentingnya menjaga sanad keilmuan dan amalan tasawuf & tarekat Naqsabandiyyah dalam kehidupan modern, sebagai benteng moral dan spiritual umat.”

Ketua Panitia Pelaksana Haul Tuan Guru Tanjung Medan, Kh. Lukmanul Hakim Rambe, SH, turut mengemukakan, “Kami, seluruh panitia dan masyarakat Tanjung Medan, telah bergotong royong mempersiapkan acara ini dengan sebaik-baiknya. Antusiasme jamaah sangat luar biasa, menunjukkan betapa besar kecintaan mereka kepada Tuan Guru. Kami juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk para donatur yang telah membantu menyukseskan acara sakral ini.

Sebagai bagian dari rangkaian acara yang penuh makna, telah pun dilaksanakan napak tilas yang mengharukan. Tiga orang zuriat (keturunan) dari Syeikh H. Zakaria Musa Siregar, yaitu Syeikh H. Muhammad Ali Guntur Siregar, Zuriat Tuan Guru Batak yang pertama (TGB 1) Syeikh Abdul Rahman Rajagukguk yakni Tuan Guru Batak (TGB ke-2) Syeikh Dr. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagugguk, MA, , dan Zuriat Syeikh Abdul Majid Nasution yakni Khalifah Sholehuddin Nasution, mereka dan para jamaah Haul berjalan kaki menelusuri jejak langkah almarhum syeikh 3 serangkai. Napak tilas ini akan dimulai dari titi kampung Tanjung Medan hingga ke pondok persulukan, merefleksikan perjalanan spiritual Syeikh 33 tahun silam saat beliau pertama kali membangun pondok ini bersama dengan tema kerabat dekatnya (Syeikh Abdul Rahman Rajagukguk dan Syeikh Abdul Majid Nasution). Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat perjuangan dan kecintaan terhadap ajaran Tuan Guru di kalangan generasi penerus nantinya.
Seluruh jamaah dan simpatisan Tuan Guru, baik kaum Bapak maupun kaum Ibu, terlihat dapat mengikuti seluruh rangkaian acara ini dengan meriah dengan penuh pengharapan dan memperoleh keberkahan & keredhoan Alloooh SWT serta dapat mempererat tali silaturrahmi.(ms2)








