Pemprov Kepri Gelar Tabligh Akbar Sambut Ramadan 1447 H di Pulau Penyengat, Perkuat Spiritualitas dan Kepedulian Sosial

Pemerintah81 views

Mabesnews.com, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar Tabligh Akbar dan doa bersama dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah di halaman Balai Kelurahan Pulau Penyengat, Sabtu malam. Kegiatan religius tersebut menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus ajakan mempererat solidaritas sosial menjelang datangnya bulan penuh berkah bagi umat Islam.

Acara dihadiri langsung Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, didampingi Ketua TP-PKK Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar dan Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang. Turut hadir Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Ketua Lembaga Adat Melayu Kepri Raja Al Hafiz, unsur Forkopimda, jajaran organisasi perangkat daerah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta masyarakat Pulau Penyengat.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad mengajak masyarakat menyambut Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin. Ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan momentum peningkatan kualitas iman, penguatan solidaritas sosial, serta refleksi moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, bulan Ramadan memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam, termasuk peristiwa turunnya Al-Qur’an dan hadirnya malam Lailatul Qadar yang diyakini lebih mulia dari seribu bulan. Karena itu, ia mengingatkan agar umat Islam memanfaatkan Ramadan dengan memperbanyak ibadah, amal kebajikan, serta menjaga harmoni sosial.

 

Ceramah agama disampaikan oleh Ustadz Abdil Muhadir Ritonga yang menekankan bahwa Ramadan merupakan bulan pendidikan rohani yang membentuk kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama. Ia menjelaskan bahwa puasa tidak semata menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, sikap, dan hati dari hal-hal yang mengurangi nilai ibadah.

 

Sejumlah ulama yang hadir juga menilai kegiatan seperti tabligh akbar memiliki peran strategis dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah. Mereka menekankan bahwa syiar keagamaan yang dikemas inklusif dan penuh keteladanan dapat menjadi perekat sosial, terutama di tengah dinamika masyarakat modern yang cenderung individualistis. Menurut pandangan ulama, Ramadan seharusnya menjadi ruang memperkuat kepedulian sosial, meningkatkan sedekah, serta mempererat hubungan antarsesama sebagai manifestasi nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Sebagai wujud kepedulian sosial, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau turut menyerahkan bantuan 150 paket sembako dan tali asih kepada anak yatim serta lansia. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai simbol komitmen pemerintah dalam memperkuat dimensi sosial keagamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan tabligh akbar ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Abdil Muhadir Ritonga, memohon keberkahan, kesehatan, serta kekuatan iman bagi masyarakat Kepulauan Riau agar dapat menjalani Ramadan dengan khusyuk, damai, dan penuh makna. Acara tersebut sekaligus menegaskan bahwa persiapan spiritual, solidaritas sosial, dan sinergi pemerintah dengan masyarakat menjadi kunci menyambut Ramadan secara lebih bermartabat dan berdaya guna.

 

arf-6