Mabesnews.com – Jeneponto – Pelantikan pengurus Dewan Dakwah Turatea Indonesia menjadi momentum penting dalam memperkuat peran dakwah di tengah masyarakat Kabupaten Jeneponto. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremonial pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan dakwah kepada umat.
Dalam kesempatan itu, pihak pengurus menyampaikan bahwa selama ini terdapat sejumlah masukan dari masyarakat dan jamaah terkait pelaksanaan kegiatan dakwah di berbagai masjid yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan harapan jamaah. Oleh karena itu, pengurus berkomitmen melakukan berbagai langkah pembenahan, salah satunya dengan menjadikan pelatihan muballigh sebagai program prioritas setelah kepengurusan tingkat kecamatan terbentuk. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas para muballigh, baik dalam penguasaan materi dakwah, metode penyampaian, maupun pemahaman terhadap dinamika sosial masyarakat.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto yang hadir mewakili Bupati dalam sambutan tertulisnya menegaskan bahwa lembaga dakwah merupakan simbol nyata kekuatan moral masyarakat. Pemerintah daerah memandang kegiatan dakwah sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi semata, tetapi juga harus disertai dengan penguatan nilai-nilai spiritual dan moral di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan pentingnya peran Dewan Dakwah dalam menjaga fondasi moral masyarakat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Pemerintah daerah melihat keberadaan Dewan Dakwah Turatea Indonesia sebagai mitra penting dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, membina umat, serta menjaga harmoni sosial. Menurutnya, keberadaan lembaga dakwah sangat diperlukan untuk membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara material, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
Lebih lanjut, ia berharap kepengurusan yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan integritas yang tinggi, penuh tanggung jawab, serta mampu membangun sinergi yang konstruktif dengan berbagai pihak. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan akan lahir masyarakat Jeneponto yang religius, harmonis, dan bermartabat.
Setelah prosesi pelantikan selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog terbuka antara para pengurus masjid dan para muballigh yang hadir dalam acara tersebut. Dialog ini berlangsung hangat dan menjadi ruang komunikasi yang konstruktif antara Dewan Dakwah dan para pengurus masjid yang selama ini menjadi garda terdepan dalam aktivitas keagamaan di masyarakat.
Dalam dialog tersebut, beberapa pengurus masjid menyampaikan berbagai masukan dan pertanyaan yang selama ini berkembang di tengah jamaah. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah mengenai keberadaan kantor Dewan Dakwah Turatea Indonesia yang hingga saat ini dinilai belum memiliki sekretariat yang tetap. Selain itu, sebagian pengurus masjid juga mempertanyakan mekanisme pengelolaan dana infak serta jadwal kegiatan muballigh yang selama ini berjalan.
Beberapa pengurus masjid berharap agar Dewan Dakwah memiliki sistem yang lebih tertata, baik dalam hal administrasi, pengelolaan dana umat, maupun penyusunan jadwal muballigh di berbagai masjid. Menurut mereka, transparansi dan koordinasi yang baik akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga dakwah.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, pihak pengurus Dewan Dakwah menyampaikan bahwa masukan dari para pengurus masjid merupakan hal yang sangat berharga bagi perbaikan organisasi ke depan. Mereka berkomitmen untuk membangun sistem yang lebih terbuka, profesional, dan terorganisasi dengan baik, termasuk dalam hal penataan sekretariat, pengelolaan dana infak, serta penjadwalan muballigh agar dapat melayani kebutuhan dakwah masyarakat secara lebih optimal.
Pelantikan ini pun menjadi momentum strategis dalam memperkuat posisi dakwah sebagai pilar utama pembinaan umat sekaligus sebagai kekuatan sosial yang mampu mendorong perubahan positif di tengah masyarakat. Kolaborasi antara ulama, umara, pengurus masjid, dan masyarakat semakin diperteguh sebagai fondasi menuju Jeneponto yang lebih maju, religius, dan berkarakter.
Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Sulaeman Tompo, S.Ag., M.M., sebagai simbol harapan agar gerakan dakwah ini senantiasa membawa keberkahan, kekuatan, serta memberikan dampak yang luas tidak hanya bagi masyarakat Jeneponto, tetapi juga bagi umat Islam di Indonesia secara keseluruhan. (TIM).






