MabesNews.com, Dau, Malang — Pelataran Candi Badut di Dusun Ndoro, Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, menjadi ruang pertemuan umat dan budaya pada Jumat pagi (20/3/2026). Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Malang Raya menggelar Upacara Ngembag Geni dan Dharma Santi, puncak rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026. Acara berlangsung pukul 08.30–11.45 WIB, dihadiri sekitar 250 pemedek dari Malang Raya.
Tokoh yang hadir menandai luasnya jejaring perayaan: Ketua PHDI Kota Malang Prof. Dr. Eng. Ir. I Made Wartana, M.T.; Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan I Made Riandiana Kartika, S.E., M.M.; Ketua PHDI Kabupaten Malang Istianah, S.Ag.; Ketua Panitia PHDI Kabupaten Malang Leni Kusmiati, S.Ag.; Ketua Panitia PHDI Kota Malang Jro Mangku Made Yasa; para pemangku Jero Mangku Made Yasa dan Jero Mangku Rastra; ahli purbakala I Wayan Legawa; I Putu Wiryasa (PHDI Kota Malang); serta umat Hindu sedharma.
Umat mulai berdatangan pukul 08.30 WIB, menata sarana upacara (nadarang) untuk persembahyangan Ngembag Geni. Inti acara (09.30–11.30 WIB) dibuka doa pemuja oleh Singgih Pandita Widyaningsih Nirmala, dilanjutkan prayascita upakara banten dan eteh-eteh oleh pemangku I Made Yasa. Tari Rejang Renteng dipersembahkan Ida Ayu Manik (PHDI Kota Malang) sebagai penghormatan, lalu persembahyangan bersama dipimpin Jero Mangku Made Yasa.
Ketua PHDI Kabupaten Malang mengingatkan bahwa Ngembag Geni menandai fase baru setelah Catur Brata Penyepian—amati geni, karya, lelungan, lelanguan—sebuah ajakan membersihkan hati dan menjernihkan pikiran. Ketua PHDI Kota Malang menambahkan rangkaian Nyepi tahun ini dimulai tawur kesanga dan pawai ogoh-ogoh pada 18 Maret, ditutup dengan Ngembag Geni di Candi Badut; ia mendorong umat memperkuat kerukunan dan toleransi di Malang Raya, serta berterima kasih kepada pemerintah yang mendukung secara moral dan material. Upacara ditutup dengan persembahyangan Tri Sandya, doa Paramasanthi, dan nunas tirta oleh pemangku. Seluruh rangkaian selesai pukul 11.45 WIB.
Pengamanan dipimpin Plt. Kapolsek Dau AKP Hari Eko Utomo, S.AP., M.H., dengan tiga personel Polri (Aiptu Bambang Isdianto, Aiptu Al Kisah Marisdana, Bripka Krido Nugroho/Babinkamtibmas Karangwidoro), dibantu Serma Usman (Babinsa Karangwidoro), Sertu Deny (Koramil Dau), dan pecalang dari Wagir. Situasi tetap aman dan terkendali.
Laporan kegiatan disampaikan kepada Kapolres Malang dengan tembusan Wakapolres, Kabagops, dan Kasatintelkam Polres Malang sebagai bagian dokumentasi pengamanan kegiatan keagamaan di wilayah Dau.
(u-hmssekdau/Imam)







