Mobil Tabrak Motor Terparkir, Warung, dan Gerobak Pedagang di KM-5 Jalan Raya Sumenep-Kalianget

Polri52 views

Mabesnews.com, SUMENEP, 26 Januari 2026 – Sebuah kecelakaan lalu lintas yang cukup merusak melibatkan satu mobil penumpang dan dua unit sepeda motor terjadi pada hari Senin (26/1) sekitar pukul 12.45 WIB di KM-5 Jalan Raya Sumenep-Kalianget, tepatnya di wilayah Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, dengan titik koordinat 7°02’09.6″S 113°53’41.0″E. Peristiwa tak terduga ini tidak hanya menimpa kendaraan bermotor, namun juga menjalar ke dua unit warung sembako serta dua gerobak pedagang kaki lima yang berjualan di bahu jalan, menyebabkan dua orang mengalami luka ringan dan kerusakan materi yang cukup signifikan.

 

Kronologi kejadian dimulai ketika mobil jenis Expander Cross warna putih dengan nomor polisi M 1765 TH, yang dikemudikan oleh Hamsan (33 tahun), seorang pedagang yang bertempat tinggal di Dusun Palasa, 02/02, Desa Palasa, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, melaju dengan arah dari Barat ke Timur menuju arah Kota Sumenep. Menurut informasi dari saksi mata dan dugaan awal dari pihak yang menangani, pengemudi mobil tersebut pada saat kejadian tidak dapat fokus pada jalan raya karena mengantuk, sehingga kendaraannya tidak dapat diarahkan dengan benar dan melesat menuju bahu jalan sebelah utara.

“Pada saat itu saya sedang berdiri tidak jauh dari lokasi kejadian, melihat mobil tersebut datang dengan kecepatan yang cukup tinggi dan seolah-olah tidak ada yang mengendalikannya. Tak butuh waktu lama, mobil langsung menabrak dua motor yang terparkir di pinggir jalan,” cerita Erfandi (43 tahun), salah satu saksi yang juga warga Desa Marengan Daya dan bekerja sebagai wiraswasta.

Dua sepeda motor yang menjadi korban pertama benturan adalah Honda Supra X warna putih dengan nomor polisi M 6613 TO milik Salihin (48 tahun), seorang tukang kayu dari Dusun Palebunan, 06/01, Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, serta Honda Mio warna hitam dengan nomor polisi DK 2253 FCA yang dimiliki oleh Maksum (63 tahun), buruh harian lepas yang tinggal di Dusun Cemara, 05/03, Desa Marengan Daya. Saat kejadian terjadi, Salihin sedang duduk di atas kursi plastik yang ditempatkan di dekat kendaraannya sambil berbincang santai dengan Maksum, yang baru saja memarkirkan motornya setelah pulang bekerja.

“Baru saja saya duduk sebentar untuk istirahat, tiba-tiba terdengar suara mesin yang semakin keras dan sebelum saya bisa bergerak, mobil sudah menabrak saya dan motor saya,” ujar Salihin yang saat itu langsung terlempar beberapa meter dan mengalami luka pada bagian kaki dan lengan, saat ditemui di ruang perawatan RSI Kalianget.

Setelah menabrak kedua motor dan Salihin, mobil tidak dapat berhenti dengan segera dan melanjutkan lintasannya ke arah beberapa objek yang berada di bahu jalan. Tak lama kemudian, kendaraan tersebut menabrak Selvi Nova Sari (29 tahun), seorang pedagang kaki lima yang berasal dari Jl. Bukit Lebar I, 05/03, Desa Majasari, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan. Selvi yang saat itu sedang mengatur barang dagangannya menjual makanan ringan, terkena benturan pada bagian tubuhnya dan mengalami luka pada kepala serta dada.

” Saya baru saja datang ke lokasi tersebut sekitar satu jam sebelum kejadian, berharap bisa mendapatkan pembeli karena saat itu banyak orang yang lewat. Tak menyangka hal buruk bisa terjadi padaku,” ujar Selvi dengan suara lemah saat menjalani pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.

Tak berhenti sampai di situ, mobil melanjutkan gerakannya dan menghantam dua unit warung sembako serta dua gerobak pedagang kaki lima yang berjualan berdampingan di lokasi tersebut. Warung sembako pertama milik Novika Yanti (30 tahun), warga Desa Marengan Daya, yang menjual beragam kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak, dan bahan makanan lainnya. Sedangkan warung sembako kedua dimiliki oleh Moerachmad (68 tahun), yang telah berjualan di lokasi tersebut selama lebih dari 10 tahun.

 

Sementara itu, dua gerobak pedagang kaki lima yang terkena dampak adalah gerobak penjual kacang hijau yang dikelola oleh Akbar Firmansyah Hartono (19 tahun) dari Kota Malang, serta gerobak penjual es teler milik Mohammad Ismail Dasuki (43 tahun), warga Desa Marengan Daya. Banyak barang dagangan seperti botol minuman kemasan, makanan siap saji, peralatan memasak, serta rak penyimpanan barang mengalami kerusakan berat akibat benturan tersebut.

 

“Segala sesuatu yang saya miliki untuk berdagang hancur dalam sekejap. Saya baru saja membeli stok barang baru kemarin, sekarang semua tidak bisa digunakan lagi,” ucap Novika Yanti dengan penuh kesedihan saat melihat kondisi warungnya yang rusak parah.

 

Dua korban luka ringan yaitu Salihin dan Selvi Nova Sari telah mendapatkan penanganan medis segera oleh petugas kesehatan yang datang ke lokasi kejadian dan kemudian dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget. Menurut dr. Rina Dewi, dokter yang menangani kedua korban, kondisi mereka saat ini sudah stabil dan dalam proses pemulihan, meskipun masih perlu menjalani beberapa hari perawatan untuk memastikan tidak ada komplikasi kesehatan lebih lanjut.

 

Berdasarkan laporan resmi yang disusun oleh pihak berwenang, total kerusakan materi yang ditimbulkan dari kecelakaan ini mencapai sekitar Rp 9.000.000,- dengan rincian sebagai berikut:

 

– Mobil Expander Cross warna putih M 1765 TH: Rp 5.000.000,- (kerusakan pada bagian bumper depan, kap mesin, dan lampu depan)

– Sepeda Motor Honda Supra X putih M 6613 TO: Rp 500.000,- (kerusakan pada rangka dan bagian mesin)

– Sepeda Motor Honda Mio hitam DK 2253 FCA: Rp 1.000.000,- (kerusakan pada body dan sistem kelistrikan)

– Gerobak pedagang kacang hijau: Rp 200.000,- (kerusakan pada struktur gerobak dan perlengkapan dagangan)

– Gerobak pedagang es teler: Rp 1.000.000,- (kerusakan total pada gerobak dan peralatan pendingin)

– Warung sembako I milik Novika Yanti: Rp 500.000,- (kerusakan pada rak barang dan stok dagangan)

– Warung sembako II milik Moerachmad: Rp 800.000,- (kerusakan pada struktur bangunan sementara dan seluruh stok barang)

 

Selain Erfandi, beberapa saksi lain yang menyaksikan kejadian secara langsung antara lain Yusron (24 tahun), wiraswasta dari Desa Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep, yang saat itu sedang melewati lokasi kejadian, serta para pemilik warung dan gerobak yang berada di lokasi. Semua saksi telah memberikan keterangan kepada pihak berwenang untuk membantu proses penyelidikan.

 

Petugas Kepolisian Resor Kabupaten (Polres) Sumenep yang segera tiba di lokasi telah melakukan penyitaan kendaraan yang terlibat serta melakukan pemeriksaan dan dokumentasi lokasi kejadian. Kapolres Sumenep AKBP. Budi Santoso menyampaikan bahwa penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan sedang dilakukan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan kondisi fisik pengemudi mobil serta analisis trek roda kendaraan di lokasi kejadian.

 

“Kita akan melakukan penyelidikan yang cermat untuk mengetahui dengan pasti faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan ini terjadi. Selain itu, kita juga akan membantu proses pemulihan bagi para korban dan upaya penyelesaian masalah hukum serta kompensasi yang sesuai,” jelas AKBP. Budi Santoso.

 

Kecelakaan ini juga menjadi peringatan bagi seluruh pengguna jalan raya untuk selalu menjaga fokus dan kondisi fisik saat mengemudi, serta untuk lebih memperhatikan keamanan saat beraktivitas di sekitar jalan raya.(Imam)