Menguatkan Nasionalisme agar Bangsa Tetap Mandiri di Tengah Perubahan Zaman

Oleh Abdul Rahman Sapppara

(Dewan Pembina GBNI/Ketua Umum  MT-PBN)

 

Mabesnews.com, Dalam sebuah perbincangan bersama Mansyur Ahmad pada kegiatan Halal Bi Halal dan konsolidasi organisasi di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, muncul pemikiran penting bahwa kemandirian bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi atau politik. Lebih dari itu, kemandirian sangat bergantung pada seberapa kuat bangsa ini memegang ideologi dan menjaga rasa nasionalisme.

 

Sebagai negara, Indonesia memiliki dasar yang jelas, yaitu Pancasila. Nilai-nilai Pancasila seharusnya tidak hanya dihafal, tetapi dipahami dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Jika nilai ini benar-benar diamalkan, maka bangsa Indonesia akan memiliki kekuatan dari dalam yang membuatnya tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif dari luar.

 

Saat ini, tantangan terhadap nasionalisme semakin besar. Pengaruh budaya luar, perkembangan teknologi, dan arus informasi yang sangat cepat sering membuat generasi muda mulai menjauh dari nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, nasionalisme tidak boleh hanya menjadi slogan. Ia harus terlihat dalam sikap sehari-hari, seperti menghargai perbedaan, menjaga persatuan, bekerja jujur, dan mencintai tanah air.

 

Untuk memperkuat nasionalisme, perlu usaha yang terus-menerus. Salah satunya melalui pendidikan. Namun pendidikan yang dimaksud bukan hanya belajar di kelas, tetapi juga pembentukan karakter. Program seperti pendidikan bela negara sangat penting untuk menanamkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan cinta tanah air.

 

Selain itu, masyarakat juga perlu memiliki kewaspadaan nasional. Ancaman saat ini tidak selalu terlihat secara langsung, tetapi bisa datang melalui berita palsu, perpecahan di media sosial, atau pengaruh budaya yang tidak sesuai dengan nilai bangsa. Jika masyarakat tidak waspada, hal ini bisa merusak persatuan.

 

Peran generasi muda sangat penting dalam menjaga masa depan bangsa. Mereka harus dibekali dengan pemahaman yang kuat tentang nasionalisme agar tidak kehilangan jati diri. Oleh karena itu, cara menyampaikan nilai-nilai kebangsaan juga harus menyesuaikan zaman, misalnya melalui media digital dan pendekatan yang lebih menarik.

 

Menghidupkan kembali semangat Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) juga bisa menjadi salah satu langkah. Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi sekarang agar lebih mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat.

Pada akhirnya, nasionalisme adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan generasi muda. Jika nasionalisme terus dijaga dan diperkuat, maka Indonesia akan tetap menjadi bangsa yang kuat, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.