Mabesnews.com.Bulukumba – Gelombang perlawanan mahasiswa STAI Al-Gazali Bulukumba kian memanas! Setelah menggelar aksi unjuk rasa jilid III, Aliansi Mahasiswa AL-Gazali Bergerak (MAGER) resmi melaporkan dugaan penyelewengan dana beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) ke Polres Bulukumba, Kamis, 13 Februari 2025.
Dugaan Skandal Beasiswa KIP Terbongkar
Akar dari gerakan ini bermula saat LPJ pengelolaan beasiswa KIP yang diberikan pihak kampus kepada mahasiswa saat aksi jilid II divalidasi. Hasilnya mencengangkan—terindikasi adanya kegiatan fiktif yang mengarah pada dugaan korupsi! Fakta ini semakin menguatkan kecurigaan mahasiswa bahwa ada penyimpangan besar dalam pengelolaan dana tersebut.
Aksi Jilid III: Desakan Mundur untuk Ketua Kampus!

Dengan rasa geram, puluhan mahasiswa kembali turun ke jalan dalam aksi jilid III. Tuntutan mereka tegas: pengelola beasiswa KIP harus dicopot, dan Ketua STAI Al-Gazali Bulukumba harus mundur!
“Ketua STAI Al-Gazali harus bertanggung jawab! Kampus ini telah tercoreng oleh dugaan pungli dalam pengambilan ijazah dan penyelewengan dana beasiswa. Kami tidak akan tinggal diam!” seru Maulana Fajar Lantara, Jenderal Lapangan aksi sekaligus Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa.
Namun, dalam aksi tersebut, tidak satu pun dari pihak kampus, termasuk Ketua STAI Al-Gazali maupun Ketua II yang bertanggung jawab atas pengelolaan beasiswa, berani menemui massa. Sikap diam mereka justru semakin menguatkan dugaan mahasiswa bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.
Langkah Berani: Aduan Resmi ke Polisi
Merasa tuntutan mereka tak kunjung direspons, Maulana Fajar Lantara bersama Irfan Zaid, Koordinator Lapangan aksi, akhirnya mengambil langkah tegas dengan melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Bulukumba.
“Kami tidak akan berhenti sampai kasus ini terungkap! Kami percaya kepolisian bisa mengusut tuntas dugaan korupsi ini, karena pendidikan bukan ladang bisnis bagi mereka yang serakah,” tegas Maulana dengan nada penuh emosi.
Tuntutan Mahasiswa: Bersih-bersih Kampus dari Korupsi!
Aliansi Mahasiswa AL-Gazali Bergerak menegaskan bahwa aksi mereka bukan untuk merusak nama baik kampus, melainkan untuk menyelamatkan pendidikan dari tangan-tangan kotor yang mencoreng dunia akademik.
“Kami tidak akan mundur. Ini bukan gerakan yang ditunggangi siapa pun, ini murni perjuangan mahasiswa. Kami siap turun ke jalan lagi jika keadilan tidak ditegakkan!” tambah Maulana.
Kini, bola panas berada di tangan pihak kepolisian. Akankah laporan ini segera ditindaklanjuti? Ataukah kasus ini akan berakhir tanpa kepastian? Yang jelas, mahasiswa STAI Al-Gazali tak akan tinggal diam!







