Kurang Lebih 854 Hektar HGU PTPN IV Tinjowan Afdeling Tujuh Kurang Pengawasan. 

Pemerintah443 views

MabesNews.com, Simalungun, Minggu 3 Maret 2024 – Badan usaha milik negara ( BUMN ) yang mengelolah aset perkebun kelapa sawit hingga pengolahan bahan baku,salah satunya PTPN IV Tinjowan berada di kecamatan ujung padang kabupatden simalungun provinsi sumatera utara.

Hasil investigasi wartawan Media Mabes News.Com dilapangan terkait tanaman pohon kelapa sawit yang menghasilkan tandan buah sawit,banyak kejanggalan atau ke anehan yang sangat patal,kemungkinan kurangnya pengawasan contol dari pimpinan kantor afdeling tujuh ( B.Siahaan ).

HGU tanaman menghasilkan ( TM ) Afdeling tujuh PTPN IV Tinjowan kini jadi pertanyaan serius bagi wartawan mabes news.com,yang menelusuri secara langsung dilapangan, seperti pamanenan dilaksanakan oleh karyawan dengan aturan management pusingan enam atau tujuh hari sekali.

Dilihat dari bibit tanaman yang sudah memproduksi tandan buah sawit ada dugaan indikasi dana anggaran perawatan kemana…? dari pihak management Afdeling Tujuh PTPN IV Tinjowan,dampaknya tanaman liar masih bertumbuh seperti anak kayu disekitaran gawangan sampai ke pokok,kemudian sususan pelepah belum teratur dengan baik,brondolan tandan buah sawit berserak di piringan pokok kelapa sawit,pelepah yang terpotong 75 % masih bergantungan dipokok,kemungkinan bisa mengganggu aktifitas kerja bagi karyawan pemanen.

Produksi tanaman tersebut sudah mencapai rata – rata timbangan perjanjangnya / tandan buah sawit sekitar 20 hingga 30 kg,dengan realisasi panenan pada bulan januari tahun 2024 total 1.038.990 luas kurang lebih 854 hektar,hanya menghasil

Begitu juga dengan hewan yang berkeliaran di areal HGU bisa saja merusak atau mengganggu perkembangan tanaman produksi,dampak nya seperti limbah kotoran hewan tersebut mengandung mikroba yang terdapat pada kotoran sapi yaitu bakteri ( bacillus sp,lacobacillus sp dan corynebakterium sp ),jamur ( trichoderma sp dan aspergillus ),spesies protozoa dan ragi ( candida sp dan saccharomyces sp ).

Mikroba patigen yang selama ini disebutkan dalam limbah peternakan adalah bakteri,virus,hal ini disebabkan oleh perbedaan tingkat kelangsungan hidup patogen dalam upaya mengurangi patogen limbah dalam limbah secara signifik ke tingkat yang direkomendasikan untuk keselamat kesehatan ke tempat yang di tekomendasikan untuk keselamatan.

Saat dikonfirmasi asisten bapak B.asiahaan tidak bisa bertemu dikantor, ditelpon melalui pelayanan komunikasi whatsapp tidak mengangkat,kemungkina alergi kepada wartawan saat dimintai keterangan mengenai aturan yang ada.

 

( RS ).