Korban Setrum Jaringan Listrik PLN Indra pura Jari Kaki lepas.

Pemerintah658 views

MabesNews.com, Batu Bara – Korban diduga kena strum aliran listrik tegangan tinggi 20.000 Voltage Milik PLN Pengawasan ranting unit PLN  indra pura, kecamatan Air putih, kabupaten Batubara, Sumatera utara.

Saluran listrik tegangan 20.000 Voltage milik PLN pengawasan ranting unit indra Pura kecamatan Air putih, kabupaten Batubara Sumatera utara, diduga terjadi hubungan arus pendek dan  menelan korban luka bakar terhadap rhido akbar  (13), luka bakar dibahagian tubuh juga tangan kirinya dan hampir seluruh jari kaki berlepasan.

Rhido akbar (13) anak ketiga  dari Mhd Samsul dan Sugiana warga dusun IX desa Pematang Kuing, Kecamatan Sei suka,

Awak media dan tim Lembaga Investigasi Negara (LIN) berkunjung dirumah Mhd Samsul orang tua rhido akbar (13) didusun IX desa Pematang Kuing, Kecamatan Sei suka, Rabu (18/10/2023).

Kepada awak media dan tim LIN, Sugiana orang tua Rhido Akbar (13) mengatakan: Bahwa peristiwa Rhido Akbar (13) kena strum listrik sudah lama sekitar 3 bulan lalu.

Peristiwa ini sudah dilaporkan kedesa melalui kepala dusun dan informasinya sudah diberitahukan ke PLN Indra pura, seminggu kemudian ada pihak PLN memeriksa jaringan listrik disekitar lingkungan kami, TKP rhido kena strum didepan rumah, ujar Sugiana.

Menurut sugiana, sebelumnya Rhido akbar (13) membawa besi jenis Holo panjang sekitar 6 meter dari caffe sawah dan dibawa kerumah, sesampai dihalaman rumah, besi holo yang dibawa rhido, agak diberdirikan  dan besi holo tidak lengket kepada kabel listrik, saat itulah terjadi penyetruman, informasinya seperti itu.ujar Sugiana.

Coba kita perhatikan, dengan ketinggian kabel saluran listrik tegangan 20.000 Voltage, ketinggian mencapai 8 meter, sedangkan panjang besi 6 meter, tinggi anak saya 1 meteran, logikanya kenapa bisa terjadi penyetruman, kita sanksikan jaringan kabel tegangan 20.000 Voltage setiap kabelnya dan ada tiga kabel jaringa,   dengan besi tidak saling menyentuh, tetapi arus   bisa kontak kebesi yang mendekati kabel PLN tegangan 20.000 Voltage.

Sedih melihat kinerja PLN indra pura. 

Sejauh hari ini pihak dari PLN indra pura belum ada berkunjung kerumah kami untuk melihat rhido akbar (13), biaya perobatan rhido tanpa ada bantuan, kami sendiri keluarga yang menanggungnya, ungkap sugiana.

DPC. Lembaga Inevestigasi Negara (LIN) Batubara surati pimpinan unit PLN Indra pura dan Klarifikasi hal peristiwa terjadinya korban strum Rhido Akbar (13) yang saat ini mengalami cacat permanen kehilangan jari-jari kakinya.

Diruangan/aula Unit ranting indra pura, Senin (6/11/2023) Wawan kepala ranting unit PLN Indra pura kepada Tim LIN mengatakan,  sejauh hari ini PLN indra pura tidak ada mengetahui terjadinya peristiwa korban strum jaringan PLN, dan tidak ada pelaporan dari pihak keluarga.

Dan kami sebagai pengawas PLN, tidak memiliki anggaran untuk bantuan korban strum dan apa lagi bukan salah kami, silahkan jika ingin menempuh jalur hukum dan kami juga memiliki pengacara dari perusahaan kami,ujar Wawan.

Ketua DPC.  LIN Batubara  P. Gultom, sangat menyayangkan atas pemaparan Wawan pimpinan PLN indra pura, yang sebagai pimpinan, sebaiknya dapat meresfon informasi dengan baik, bukan dengan nada seolah punya power kuat tanpa berbelas kasihan kepada korban, dengan ucapan kami pun punya pengacara dan silahkan melapor jika ingin melapor dan itu ucapan tidak layak disampaikan oleh seorang  pimpinan, terkesan arogan.

Lanjut Gultom, terkait masalah ini apakah akan dibawa kerana hukum, akan dikordinasikan terlebih dahulu kepada keluarga rhido akbar (13). Papar gultom.

Gultom menambahkan, PLN indra pura diharapkan dapat meningkatkan kinerja  kepastian atas terjadinya korban strum, soalnya informasi yang diterima, besi holo yang dibawa rhido akbar(13) tidak bersentuhan dengan kabel tegangan 20.000 Voltage,  koq bisa terjadi kontak badan atau struman listrik,  sebelum hal ini bisa berdampak terjadinya korban lainnya, tegas Gultom.