MabesNews.com, Malang – Manajemen PT Migas Indonesia Jaya menyampaikan klarifikasi resmi atas tudingan dugaan pengurangan (kencing) BBM solar non-subsidi oleh sopir dan kernet saat pengiriman ke PT Greenfields Indonesia di wilayah Malang.
Manajer Operasional PT Migas Indonesia Jaya, Eko Dwi Prasetyo, menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak disertai bukti konkret dan dinilai merugikan nama baik perusahaan.
Ia menjelaskan, peristiwa pertama terjadi ketika salah satu sopir berhenti di pinggir jalan untuk buang air kecil. Saat itu, sopir didatangi pihak yang mengaku anggota kepolisian, namun setelah berkomunikasi dengan staf perusahaan, yang bersangkutan menyatakan berasal dari media. Dalam kejadian tersebut, tidak ditemukan bukti adanya praktik pengurangan solar dan pihak yang menuding kemudian meninggalkan lokasi.
Tiga hari berselang, armada tangki lain yang mengirim solar ke Greenfields kembali didatangi pihak yang sama saat kendaraan telah terparkir di area parkir tunggu pabrik. Mereka kembali melayangkan tuduhan serupa dan meminta berbicara dengan pengurus perusahaan.
Dalam komunikasi via telepon, Eko meminta agar tuduhan disertai bukti berupa foto atau dokumentasi. Ia juga menawarkan pemeriksaan langsung segel tangki bagian atas dan bawah untuk memastikan tidak ada indikasi pelanggaran. Namun tawaran tersebut ditolak dengan alasan bukan kewenangan mereka untuk memeriksa segel.
Eko mengungkapkan, dalam percakapan itu salah satu pihak menyebut nama Soni dan mengaku mengenalnya serta berniat melaporkan persoalan tersebut. Ia mempersilakan jika ingin menghubungi yang bersangkutan saat itu juga, namun pernyataan tersebut berubah-ubah dan tidak dapat diklarifikasi secara jelas.
Menurutnya, tuduhan tetap disampaikan tanpa bukti yang dapat diverifikasi. Bahkan disebutkan bahwa persoalan itu akan dinaikkan ke media. Tak lama setelah sambungan telepon terputus, pihak yang menuding meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan jenis Luxio.
Eko juga membantah anggapan bahwa dirinya berbelit-belit saat dikonfirmasi. Ia menegaskan sejak awal hanya meminta bukti atas tuduhan yang dilayangkan. Ia turut membantah klaim bahwa lokasi kejadian berada di tempat gelap, karena kendaraan saat itu parkir di area resmi parkir truk pabrik dengan penerangan memadai.
Manajemen PT Migas Indonesia Jaya menyatakan terbuka terhadap pengawasan sesuai prosedur dan siap bekerja sama dengan pihak berwenang apabila diperlukan. Namun perusahaan berharap setiap tudingan disampaikan secara profesional dan berbasis bukti agar tidak menimbulkan kesalahpahaman serta merugikan reputasi perusahaan dan mitra kerja.
/Red







