Mabesnews.com l Jakarta – Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI) Dr. Iswadi, M.Pd Memuji gagasan Calon Presiden Nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan terkait kewibawaan global Indonesia untuk aktif diberbagai kegiatan diplomasi supaya Indonesia disegani oleh negara-negara di dunia. Karena Indonesia merupakan Negara yang besar dan kaya dengan Sumber daya Alam dan sudah sepantas nya memiliki kewibawaan di tataran global dan Selain harus aktif untuk ber diplomasi ,Indonesia juga harus mandiri dan ditopang dengan kekuatan ekonomi, budaya, sosial dan pertahanan yang kuat , ujar, Dr. Iswadi, M.Pd. kepada wartawan, Rabu 3 Januari 2024.
Alumni Program Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta tersebut mengatakan Keinginan Anies Baswedan dengan Agenda perubahan untuk meningkatkan Kewibawaan Global Indonesia dimata Dunia yang juga sudah dituangkan dalam gagasan geopolitik Indonesia ke depan dengan ”Kekuatan cerdas berbasis nilai yang merupakan konsep pembaruan yang sudah ditawarkan oleh Anies di berbagai forum-forum dialog publik. Akademisi berdarah Aceh ini mengatakan Dengan pemetaan yang komprehensif , Anies Baswedan Pasti mampu memberikan motif yang kuat agar Indonesia bergerak keluar dari kesibukan dirinya selama ini. yang mana Indonesia masih terjebak pada paradigma kebijakan transaksional yang harus diubah ke kebijakan berbasis nilai. Strategi diplomasi pragmatis yang saat ini diterapkan harus diganti strategi kekuatan cerdas ujar Dr. Iswadi, M.Pd.
Dr. Iswadi, M.Pd menambahkan Dalam pandangan Anies, ”nilai” harus diposisikan sebagai fondasi sekaligus mercusuar yang menjadi petunjuk arah diplomasi Indonesia agar tidak melenceng pada kepentingan sempit atau hal-hal yang sifatnya untung-rugi semata. Contohnya ketika terjadi perang Rusia dan Ukraina, Indonesia justru membicarakan pasokan pangan negara di forum internasional. Diplomasi yang pragmatis semacam ini perlu diubah dengan menunjukkan agenda besar Indonesia bagi dunia dalam forum-forum internasional yang mempertemukan para pemimpin dunia. Meski begitu, Anies tak memungkiri aspek diplomasi ekonomi adalah bagian penting dalam politik luar negeri Indonesia. Ada tujuh poin yang tertuang dalam bagian Agenda Misi ke-7 yang fokusnya pada kerja sama ekonomi di tingkat regional dan global. Di sini, nilai keadilan jadi salah satu poin yang diangkat sebagai landasan kerja sama ekonomi demi menghindari relasi transaksional di pusaran ekonomi global.
Bagi Anies, terangkatnya reputasi Indonesia di mata dunia tidak dapat terjadi dengan sekadar mengharapkan rekognisi cuma dari pihak luar. Indonesia perlu lebih dulu bersikap responsif dan proaktif dengan menawarkan nilai-nilai di hadapan dunia yang penuh ketegangan. Nilai kemanusiaan, keadilan, kesakralan teritorial, kemakmuran, dan ekologis perlu terus digaungkan Indonesia.
Masih menurut Dr. Iswadi, M.Pd. Anies juga memberikan tawaran penggunaan kekuatan cerdas sebagai sarana mencapai cita-cita reorientasi diplomasi dalam gagasannya. Kekuatan cerdas ini digolongkan Anies menjadi dua pilar utama yang saling menopang, yakni kekuatan tangguh (hard power) dan kekuatan lunak (soft power). Kekuatan tangguh terdiri atas bidang keamanan (pertahanan adaptif), ekonomi (kemajuan dan keadilan), serta ekologi (lingkungan sebagai daya tawar) dan Kekuatan lunak, mengandung aspek lingkungan sebagai daya tarik, merek (brand) Indonesia, dan diplomasi proaktif. Bagi Anies, pertimbangan untung-rugi dalam paradigma diplomasi sudah harus terlebih dulu dihilangkan karena fundamentalnya justru terletak pada kesadaran Indonesia sebagai bagian dari warga dunia yang bertanggung jawab atas segala masalah global yang terjadi.
Menurut Dr. Iswadi, M.Pd Berlatarkan pengalamannya malang melintang di dunia akademisi, baik sebagai Menteri Pendidikan (2014-2016) maupun Rektor Universitas Paramadina (2007-2015), Anies sangat cerdas menyoroti program pertukaran pendidikan dan penelitian. Menurut dia, program pertukaran pendidikan bisa menjadi bukti diplomasi proaktif, terutama ke negara lain yang sedang krisis. Adanya transfer pengetahuan dengan penelitian lintas ilmu dan wilayah juga membuka peluang kemajuan bangsa.
Terkait pertukaran pelajar, belakangan ada isu para pelajar yang mendapat beasiswa pemerintah untuk studi di luar negeri, tetapi tidak kembali untuk mengabdi kepada negeri. Hal ini juga disinggung Anies dan baginya aspek pengalaman untuk berkarya di institusi global haruslah dibuka lebar. Anak-anak bangsa itulah yang nantinya jadi representasi Indonesia dan memiliki kompetensi bersaing dengan tuntutan zaman.
Paparan reorientasi geopolitik Indonesia ditutup Anies dengan menawarkan 10 langkah yang terdiri atas empat prioritas segera serta enam prioritas jangka menengah dan panjang. Sepuluh langkah itu merupakan manifestasi program berdasarkan nilai dan kekuatan cerdas yang sebelumnya telah dijelaskan. Isu hilirisasi industri tidak luput dari perhatian Anies. Dalam gagasannya, hilirisasi juga harus tetap disertai re industrialisasi demi kesejahteraan masyarakat sehingga mampu menghasilkan produk-produk mendunia. Ia merujuk strategi Korea Selatan dengan perkembangan industri hiburan yang dinilai berhasil mengangkat budaya dan nilai-nilai negara di kancah internasional.
Dr. Iswadi, M.Pd mengatakan Anies mampu memberikan gagasan komprehensif tentang arah politik luar negeri Indonesia ke depan, dari konteks saat ini sebagai hulu dan hilirnya pada kemajuan serta keadilan bangsa. Iswadi mengatakan pemikiran-pemikiran politik luar negeri ini sekaligus menjadi janji Anies di hadapan publik dan Insya Allah Anies Baswedan Akan memenangkan Pilpres satu putaran dengan perolehan suara 60 % demikian Dr. Iswadi, M.Pd
(Chris Manalu, Pimred)







