Kades sampai Politisi Serukan Setop Polemik ‘Bendera Merah Putih’ di Bulukumba

Pemerintah85 views

photo:(istimewah)Kades seruhkan politisi seruhkan stop polemik Bendera Merah Putih Di Bulukumba

MabesNews com.BULUKUMBA, – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf,sapaan Andi Utta menyampaikan kepada setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk menyediakan dan memasang bendera merah putih, umbul-umbul hingga tiang bendera dalam menyemarakkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI tahun 2023. Kebijakan Bupati ini, dinilai sudah tepat.

Kepala Desa Bontonyeleng Kecamatan Gantarang, Andi Baso Mauragawali mengaku mendukung langkah Bupati tersebut. Ia menyebut momen ini langka, apalagi dirangkaikan dengan perayaan kemerdekaan RI.

“Saya kira tak salah jika Bupati menyampaikan ke ASN untuk berpartisipasi,” kata kepala desa yang akrab disapa Opu kepada PEDOMANMEDIA, Sabtu, 15 Juli 2023.

Menurut Opu, kemerdekaan RI bisa dirasakan seperti sekarang karena hasil perjuangan dan pengorbanan yang begitu besar dari orang-orang terdahulu. Sehingga, wajar jika saat ini pemerintah meminta warganya untuk berpartisipasi mengisi kemerdekaan.

“Sudah berapa tahun kita nikmati kemerdekaan ini?. Sekarang hanya nyumbang bendera saja. Konstribusi itu sebagai bentuk partisipasi jiwa patriot kita,” katanya.

“Kita harus berkorban untuk bangsa dan negara. Ini hanya bendera aja kok, nyawa aja dikorbankan untuk negeri ini,” sambung Opu, yang juga adik dari mantan Bupati Bulukumba Andi Muh Sukri Sappewali.

Sementara, Ketua Fraksi Demokrasi Indonesia DPRD Bulukumba Zulkifli Saiye juga mendukung langkah Bupati tersebut. Ia menyebut jangankan ASN dan P3K, seluruh elemen masyarakat semestinya ikut ambil peran dalam mengisi kemerdekaan.

“Saya mendukung kebijakan bupati. Kita harus ikut terlibat memeriahkan kemerdekaan. ASN kan digaji oleh negara dan sudah cukup lumayan,” katanya ketika dikonfirmasi PEDOMANMEDIA.

Politikus PDIP ini menyebut bahwa mengorbankan uang senilai Rp50 sampai Rp100 ribu untuk mengisi kemerdekaan, tak seberapa nilainya. Bahkan ia juga meyakini mayoritas ASN ikut mendukung kebijakan bupati.

Selanjutnya di Bulukumba ini kata dia, akan ada agenda nasional puncak pembagian bendera merah putih oleh Kementerian Dalam Negeri. Menurutnya agenda itu harus disambut baik karena akan berdampak ke masyarakat.

“Dampaknya adalah roda perputaran ekonomi. Artinya jika ada orang luar datang, pasti belanja, makan dan nginap di Bulukumba. Yang akan menikmati uang itu adalah masyarakat Bulukumba,” kata Zulkifli.

“Saya bersyukur karena ada agenda nasional yang dipusatkan di Bira. Olehnya Bulukumba akan jadi potret nasional pada ulang tahun kemerdekaan RI nanti. Ini juga akan jadi perbincangan nasional bahwa Bulukumba layak diperhitungkan,” jelasnya menambahkan.

Ia juga meminta agar kebijakan Bupati tak berpolemik dan menjadi bola liar di masyarakat. Justru, ia meminta agar seluruh elemen masyarakat Bulukumba, termasuk politisi untuk ikut mendukung kebijakan itu.

“Jika ada yang permasalahkan ini, perlu dipertanyakan nasionalisme dan kecintaannya untuk negara Republik Indonesia,” kata Zulkifli.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Bulukumba, Daud Kahal beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa kebijakan Bupati didasari sebuah pertimbangan yang sangat strategis bagi Kabupaten Bulukumba.

“Ini adalah momentum nasional dimana Kabupaten Bulukumba diberi kepercayaan besar untuk menjadi tuan rumah gerakan pembagian sepuluh juta bendera merah putih,” ujarnya.

Dengan demikian, kata Daud Kahal, momen ini sebagai strategi dan upaya mempromosikan daerah dengan sektor pariwisata sebagai daerah yang memiliki banyak destinasi unggulan, serta produk UMKM juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

“Sangat wajar dan realistis jika Bupati mengorganisir ASN dan P3K untuk terlibat sekaligus sebagai bagian dari upaya menanamkan dan membangun semangat nasionalisme,” imbuhnya.

“Sebagai bagian dari ASN, saya juga menilai terlalu kecil nilai rupiah yang harus diikhlaskan untuk sebuah nasionalisme dan mungkin ini hanya sekali selama menjadi ASN atau P3K,” tambahnya.

red blk