MabesNews.com, Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI), M. Nula R.S., menyampaikan peringatan tegas sekaligus ajakan kepada seluruh insan pers di Indonesia agar senantiasa menjaga integritas profesi serta menjauhi sikap dan perilaku oportunis yang hanya mementingkan keuntungan sesaat maupun kepentingan pribadi dan kelompok.
Menurutnya, wartawan yang mengedepankan kepentingan tertentu justru dapat merusak nama baik profesi dan mengkhianati kepercayaan masyarakat.
“Menjadi wartawan bukan sekadar pekerjaan untuk mencari nafkah, melainkan amanah mulia sebagai pengawas sosial dan penyampai kebenaran kepada publik,” tegasnya, Minggu (14/6/2026).
Ia menilai, hingga saat ini masih terdapat oknum wartawan yang bersikap oportunis, yakni mudah mengubah arah pemberitaan berdasarkan pihak yang memberikan keuntungan atau akses tertentu.
“Masih terlihat perilaku sebagian rekan profesi yang pandai memutar haluan, menyesuaikan pemberitaan dengan siapa yang memberi keuntungan, atau hanya menyampaikan narasi yang menguntungkan pihak tertentu sambil menutup fakta yang tidak nyaman,” ujarnya.
Menurutnya, sikap seperti itu tampak dalam berbagai peristiwa, mulai dari pembahasan isu keuangan daerah, kasus dugaan korupsi, hingga penyampaian informasi terkait opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ada pihak yang dengan mudah menyampaikan klarifikasi sepihak tanpa melakukan penelusuran fakta di lapangan hanya karena merasa memperoleh keuntungan atau akses khusus.
“Ada pula yang mengubah nada pemberitaan sesuai arah kepentingan, bukan berdasarkan bukti dan fakta yang ada,” tambahnya.
Ketum DPP PWDPI menegaskan bahwa independensi merupakan roh dalam profesi jurnalistik. Wartawan dituntut untuk tetap berpihak pada kebenaran, menjalankan prinsip keberimbangan, melakukan verifikasi informasi, serta tidak mudah dipengaruhi oleh tekanan maupun kepentingan tertentu.
Ia berharap seluruh insan pers dapat menjaga marwah profesi jurnalistik dengan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik demi terciptanya pers yang profesional, independen, dan dipercaya masyarakat.
“Kebenaran tidak boleh diperjualbelikan. Wartawan harus berdiri tegak sebagai penjaga nurani publik, bukan menjadi alat kepentingan siapa pun,” tutupnya.
Kaperwil Sumsel Media Mabes News.com






