Jaga Demokrasi!

Pemerintah587 views

MabesNews.com, BUKU “How Democracies Die”, tulisan dari dua orang Profesor di Harvard yaitu Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt, ini menarik dibedah. Tentu tak cukup jika semua ditulis di kolom yang hanya “seteguk air” ini. Namun, coba kita ringkas.

Kedua penulis ini mengungkapkan, salah jika kita mengganggap proses matinya demokrasi saat ini akibat kudeta jenderal-jenderal militer atas para pemimpin yang terpilih secara demokrasi, seperti yang pernah terjadi Chile (Pinochet), Mesir (As-Sisi), atau di Thailand (Chan-O-Cha).

 

Yang terjadi adalah, demokrasi mati oleh pengkhianatan para demagog. Seperti tampilnya BenitoMussolini, Adolf Hitler, Getulio Vargas,Alberto Fujimori, dan Hugo Chavez.

 

Awalnya mereka muncul sebagai orang-orang baik dan populis, dengan ide-ide yang populer untuk menjawab realitas krisis bangsa. Namun akhirnya menjegal bahkan menghabisi lawan politiknya, membungkam pers sehingga terbentuklah kekuasaan yang otoriter.

 

Ada empat indikator perilaku otoriter yang bisa membunuh demokrasi:

 

Pertama, penolakan atas aturan main demokrasi. Kedua, penyangkalan legitimasi lawan politik. Ketiga, toleransi atau anjuran kekerasan, serta keempat, kesediaan membatasi kebebasan sipil lawan termasuk media.

 

Di sini para pembegal demokrasi itu tidak memandang melawan lawan politiknya sebagai mitra berkompetisi, melainkan sebagai kelompok yang harus dijegal bahkan dihilangkan, karena memandangnya sebagai ancaman.

 

Media massa bisa mereka lumpuhkan dengan cara membeli, menguasai, dan agar kemudian bisa melakukan propaganda untuk menghancurkan lawan-lawan politiknya. Kebebasan sipil pun dikekang dengan membuat aturan-aturan sehingga hilang atau berkurang.

 

“Demokrasi muncul dari gagasan bahwa mereka yang setara dalam segala hal adalah setara dalam segala hal,” kata filsuf Aristoteles. Gus Dur (Abdurrahman Wahid), juga berkata, “Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.”

 

Bagaimana menurut Anda? (Nursalim Turatea).

________

 

Disarikan dari:

1. Tulisan Yunita, SH (Tim LPW NTB), dalam Bedah Buku “How Democracies Die”, Cara Demokrasi Mati dan Menyelamatkannya, pada Agenda Ruang Literasi LPW NTB, Seri Bedah Buku, Tema: “Pura-Pura Demokrasi: Pilpres 2024 dan Masa Depan”, 12 Januari 2024, Di Bhumi Resto Kota Mataram.

2. Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter. Oleh Destriana Saraswati,Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya, judul: Jalan Kematian Demokrasi: Book Review “Bagaimana Demokrasimati”