Internal Sekolah Ragukan Kepemimpinan Enok Bisa Majukan SMK PGRI Jatiwangi

Pemerintah317 views

Mabesnews.com,Majalengka – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jatiwangi Majalengka sejak Mei 2025 di pimpin oleh Kepala Sekolah Baru Yakni, Enok Kokom, S.Pd.

Namun, Kepemimpinan Enok diragukan beberapa tenaga pendidik di sekolahan yang terletak di Desa Ciborelang, Kecamatan Jatiwangi tersebut.

 

Beberapa guru dan staff pengajar mengeluhkan beberapa dugaan permasalahan seperti diantaranya:

* Kurangnya transparansi keuangan

* Tidak ada penyusunan RKAS

* Tidak ada program kerja yang jelas baik kepala sekolah ataupun tim manajemennya.

* Tidak ada koordinasi yang baik antara kepala sekolah, tim management dan GTK

 

Salah seorang guru, Kepada pihak media menyebut Kepemimpinan Enok dituding tidak memiliki arah yang jelas dan dituding anti kritik.

 

“Dia (Kepsek) tidak memiliki program yang jelas, Saat pemilihan kepsek kami tidak tahu visi dan misi dia, Selain itu dia antri kritik, bahkan tak segan marah-marah di forum,” ujar guru yang tidak mau disebutkan namanya.

 

Tak hanya itu, Lanjutnya, Banyak tugas yang tumpang tindih dan terkesan kepala sekolah tidak percaya kepada para guru.

 

Di tempat yang sama, Guru lain yang juga enggan disebut namanya mengatakan jika Kepsek sering membuat isu internal yang kemudian isu itu tidak terbukti kebenarannya, Hingga membuat gaduh internal sekolah.

 

Terlebih kepemimpinan kepsek yang sekarang tidak ada rapat evaluasi rutin bersama jajaran pegawai baik guru, TU dan lainnya di SMK PGRI.

 

“Kepala sering bikin kabar tak benar hingga internal gaduh, Ditambah kepemimpinan dia (Enok) tidak ada lagi rapat rutin evaluasi,” ujarnya.

 

Dan yang lebih parahnya lagi hal yang sangat tidak pantas di lingkungan pendidikan bahwa Kepsek Enok tidak mempunyai etika saat bertegur sapa dengan Guru lainnya sering mengungkapkan kata-kata “Si nama” juga “Sia”.

 

“Masa seorang kepala sekolah tidak punya etika mentang mentang atasan dirinya selalu menegur para guru dengan sebutan”Sia” dan”Si nama” seharusnya kalo saling menghormati dia bilang kepada orang lain dengan sebutan”pa anu” atau ‘ibu anu” juga ada lagi kata kata yang etis didengar saat dilingkungan sekolah”

 

Maka hampir semua para guru mengkritisi pemilihan kepala sekolah yang dituding tidak transparans hingga banyak guru yang meragukan kepemimpinan Enok.

 

“Pemilihan kepsek tidak terbuka, Kami gak tahu apa program yang ditawarkan oleh mereka, termasuk kepala sekolah yang sekarang juga terkait keuangan kepsek selalu bilang bahwa sekolah defisit anggaran sampai 600 juta rupiah, padahal kami tidak mengerti kejelasannya seperti ada yang dilebih-lebihkan dan terkesan ditutup – tutupi” tukasnya.

 

Sementara itu, Enok Kokom, S.Pd saat di konfirmasi oleh awak media mengatakan.

“Semua yang dituduhkan terkait kejelekan saya, itu adalah tidak benar., karena saya anggap itu adalah dampak dari pasca seleksi beberapa calon kepala sekolah dan mereka adalah pendukung dari beberapa calon yang kalah.

 

Karena justru saya lulus seleksi, terpilih menjabat kepala sekolah tgl 2 Mei 2025 dan saat itu yang ikut seleksi ada 4 kandidat dan ada panitia khusus dari pihak yayasan provinsi. Maka sudah jelas persaingan ketat dan dan mungkin saya bisa lulus karena berdasarkan beberapa pertimbangan seperti diantaranya kinerja saya dari tahun 2004 sudah aktif mengajar di sini, tes wawancara terkait program dan visi misi sekolah juga tes tulis.

 

Maka jelas saya sangat menjaga etika saat bertegur sapa juga setiap bulan kami selalu adakan rapat semuanya pengajar diundang untuk mendapatkan masukan agar sekolah ini lebih maju.

Terkait keuangan memang betul sekarang ini sekolah lagi defisit anggaran sampai 600 juta dan saat ini kami sedang berusaha untuk menutupi kekurangan-kekurangan tersebut” jelas Enok dengan didampingi Selamet, Waka Sapras dan Agus bagian TU.

 

Ditambahkan Kepsek, bulan Mei tahun 2025 saat kepemimpinannya SMK PGRI Jatiwangi telah berhasil meluluskan siswanya sebanyak 290 kelulusan, namun saat ini yang masuk turun drastis dampak dari kebijakan KDM.

 

Liputan :hombing