MabesNews.com, Batam – Bagi arsitek, segitiga adalah simbol kestabilan. Artinya semua struktur bisa berdiri dengan stabil bila resultante gaya-gaya yang bekerja padanya membentuk polygon segitiga.
Bila sebuah struktur dibangun dengan konfigurasi bukan segitiga, maka sambungan-sambungannya harus diperkuat dengan pengaku berbentuk segitiga, misalnya skur pada pertemuan tiang dan balok pada rumah tradisional kita.
Itulah mengapa rumah-rumah kaum primitif berbentuk segitiga. Jika dikembangkan ke arah tiga dimensi akan membentuk tetrahedron (piramida dengan alas segitiga) kokoh yang bisa dikembangkan lagi menjadi gubahan yang lebih kompleks.
Menurut Plato, segitiga atau tiga adalah salah satu bentuk ideal (ideal shape) sehingga sering dipilih untuk tema-tema religius hingga tatanan sosial ekonomi.
Misal dalam politik kita mengenal trias politika: eksekutif, legislatif dan yudikatif. Perilaku manusia pun mengalir dari tiga sumber utama: keinginan, emosi, dan pengetahuan.
Atau dulu saat Kepulauan Riau masih masuk Provinsi Riau, di kasawan ini pernah dibangun tiga pusat pertumbuhan ekonomi: Singapura – Johor – Riau.
Masih banyak lagi contoh lain. Sebab, sekali lagi, segitiga atau tiga adalah bentuk kestabilan.
Bagaimana menurut Anda? (nursalim Turatea).













