Mabesnews.com, Tanjungpinang, Kepulauan Riau — Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas dedikasi dan kontribusinya dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Penyematan penghargaan tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam seremoni resmi di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.
Penghargaan ini tidak sekadar seremoni simbolik, melainkan representasi pengakuan negara terhadap konsistensi kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam mengelola potensi maritim secara terarah dan berkelanjutan. Di tengah kompleksitas geografis wilayah kepulauan yang tersebar dan menantang, Kepulauan Riau dinilai mampu menghadirkan pendekatan kebijakan yang adaptif, terukur, serta berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan.

Dalam lanskap pembangunan nasional, Satyalancana Wira Karya juga diberikan kepada sejumlah kepala daerah lain yang dinilai berhasil mendorong inovasi di sektor perikanan. Namun, capaian Kepulauan Riau menonjol karena keberhasilan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan prinsip keberlanjutan, sekaligus menunjukkan keberpihakan yang kuat terhadap pelaku usaha perikanan skala kecil.
Seiring dengan capaian tersebut, penguatan sektor kelautan di Kepulauan Riau terus didorong melalui sinergi lintas instansi. Dalam berbagai forum koordinasi yang turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Iman Setiawan, agenda strategis seperti penataan pelabuhan nelayan dan pengaturan kuota tangkap menjadi fokus utama. Program ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya BP Batam, KSOP Khusus Batam, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, serta Dinas Perhubungan Kota Batam.
Pendekatan kolaboratif ini diarahkan untuk membangun sistem tata kelola maritim yang lebih tertata, efektif, dan berkeadilan. Penataan pelabuhan nelayan tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pembenahan tata niaga, distribusi hasil tangkapan, serta kepastian hukum bagi nelayan. Dengan demikian, sektor kelautan dan perikanan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing.
Aliansi Peduli Indonesia Kepulauan Riau menilai bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan instansi vertikal. Kolaborasi ini dinilai efektif dalam mengurai persoalan klasik sektor maritim, seperti tumpang tindih kewenangan, keterbatasan infrastruktur, serta ketidakpastian regulasi yang selama ini menjadi hambatan struktural.
Meski demikian, tantangan ke depan tetap signifikan. Optimalisasi kebijakan terkait pelabuhan nelayan, pengendalian kuota tangkap, serta pengembangan kawasan maritim membutuhkan konsistensi implementasi, pengawasan yang ketat, dan transparansi kebijakan. Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat pesisir menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut di tengah tekanan eksploitasi dan perubahan iklim.
Penganugerahan Satyalancana Wira Karya ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam membangun sektor kelautan dan perikanan yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara ekologis dan berkeadilan sosial. Dengan fondasi kebijakan yang semakin matang dan sinergi yang terjaga, Kepulauan Riau berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan maritim strategis di tingkat nasional.
arf-6





