GENTING dan Realitas Stunting di Sumba Barat Daya: Antara Harapan, Program, dan Hasil Nyata

Pemerintah158 views

Mabesnews.com, Sumba Barat Daya, NTT  — Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Sumba Barat Daya merupakan agenda penting yang layak mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan persoalan pembangunan manusia yang akan menentukan kualitas generasi masa depan. Karena itu, kehadiran berbagai program percepatan penanganan stunting, termasuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), menjadi harapan baru bagi banyak keluarga yang selama ini berjuang menghadapi keterbatasan ekonomi dan akses terhadap layanan dasar.

Program GENTING hadir dengan tujuan yang baik, yakni memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat dalam membantu keluarga yang berisiko mengalami stunting. Semangat gotong royong yang menjadi dasar program ini patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa persoalan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak.

Namun, di balik berbagai peluncuran program dan publikasi yang dilakukan, masyarakat juga berharap agar perhatian tidak hanya berhenti pada slogan, seremoni, atau kegiatan simbolis. Yang lebih penting adalah bagaimana program tersebut mampu menghadirkan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama keluarga yang hidup dalam kondisi rentan.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa stunting tidak berdiri sendiri. Persoalan ini berkaitan erat dengan kemiskinan, keterbatasan akses terhadap pangan bergizi, sanitasi yang belum memadai, pelayanan kesehatan yang belum merata, rendahnya tingkat pendidikan keluarga, hingga kondisi rumah yang tidak layak huni. Karena itu, penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Di sejumlah wilayah Sumba Barat Daya, masih terdapat keluarga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Ada warga yang masih menempati rumah dengan atap bocor, dinding rapuh, lantai tanah, akses air bersih yang terbatas, serta kondisi sanitasi yang belum memadai. Situasi seperti ini menunjukkan bahwa persoalan kesehatan anak tidak dapat dipisahkan dari persoalan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.

Sebagai wartawan MABESNEWS.COM, saya memandang bahwa program GENTING merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Setiap upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan anak dan mencegah lahirnya generasi yang mengalami hambatan pertumbuhan tentu layak mendapat dukungan.

Namun, dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, pers memiliki kewajiban untuk tidak hanya melihat tujuan sebuah program, tetapi juga menelaah sejauh mana program tersebut mampu menjawab akar persoalan yang terjadi di lapangan.

Secara ilmiah, stunting bukanlah masalah yang dapat diselesaikan hanya melalui bantuan sesaat atau kegiatan seremonial. Berbagai penelitian di bidang kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa stunting merupakan hasil dari faktor-faktor yang saling berkaitan, mulai dari kemiskinan, sanitasi yang buruk, keterbatasan akses air bersih, rendahnya tingkat pendidikan keluarga, hingga kondisi lingkungan yang tidak mendukung tumbuh kembang anak.

Karena itu, ketika pemerintah meluncurkan program dengan narasi yang optimistis, masyarakat berharap optimisme tersebut diikuti dengan capaian yang terukur dan transparan. Publik berhak mengetahui berapa jumlah anak yang berhasil keluar dari kategori stunting, berapa keluarga yang memperoleh pendampingan berkelanjutan, serta bagaimana perkembangan angka stunting dari tahun ke tahun.

Dalam ilmu kebijakan publik, terdapat prinsip bahwa keberhasilan suatu program tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari perubahan yang dihasilkan. Sebuah program dianggap efektif apabila mampu menciptakan dampak nyata terhadap kelompok sasaran. Oleh sebab itu, evaluasi berbasis data menjadi sangat penting agar masyarakat dapat menilai efektivitas program secara objektif.

Dari sudut pandang jurnalistik, publikasi program tentu penting untuk membangun kesadaran masyarakat. Namun, publikasi tidak boleh menjadi tujuan utama. Fokus utama harus tetap berada pada perubahan kondisi masyarakat yang dapat dibuktikan melalui data, fakta lapangan, dan pengalaman nyata warga penerima manfaat.

Masyarakat tidak membutuhkan perdebatan mengenai siapa yang paling berjasa. Yang dibutuhkan adalah hasil nyata: anak-anak yang tumbuh sehat, ibu hamil yang mendapatkan pelayanan yang memadai, keluarga miskin yang memperoleh pendampingan berkelanjutan, serta lingkungan hidup yang semakin layak.

Karena itu, dukungan dan pengawasan harus berjalan beriringan. Program yang baik perlu diapresiasi, sementara pelaksanaannya perlu terus diawasi secara kritis dan objektif. Sikap seperti ini bukan merupakan bentuk penolakan terhadap program pemerintah, melainkan wujud tanggung jawab sosial untuk memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan GENTING tidak akan ditentukan oleh seberapa besar gaung narasinya, melainkan oleh seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat Sumba Barat Daya. Dalam pembangunan, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya bukanlah banyaknya slogan yang diucapkan, melainkan banyaknya kehidupan yang berhasil diperbaiki.

 

Tim Lapangan: Martinus Kondo

 

Sumber Informasi: Akun Facebook KK Anis