Gempar! Pabrik Uang Palsu Ditemukan di Dalam Kampus UIN Makassar, Ratusan Juta Uang Palsu Diamankan

Polri325 views

Mabesnews.com.GOWA – Masyarakat Sulawesi Selatan dikejutkan oleh penggerebekan besar-besaran yang dilakukan oleh Polres Gowa di sebuah pabrik uang palsu yang diduga beroperasi di dalam lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Lokasi penggerebekan yang menghebohkan itu ditemukan di lantai tiga perpustakaan Kampus 2 UIN Makassar, yang terletak di Samata, Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat kepolisian berhasil mengamankan uang palsu dengan total nilai yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Selain itu, polisi juga menemukan alat-alat canggih yang digunakan dalam proses pencetakan uang palsu tersebut, yang semakin mengungkapkan skala besar operasi ilegal ini.

Yang lebih mengejutkan, beberapa pegawai kampus dan bahkan seorang oknum dosen turut diamankan dalam penggerebekan itu. Mereka diduga terlibat dalam kegiatan pembuatan dan peredaran uang palsu yang telah meresahkan masyarakat.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, menanggapi dengan hati-hati kasus ini, menyatakan bahwa pihak kampus masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian. “Kami belum bisa menyampaikan apa-apa karena belum ada laporan resmi dari pihak polisi ke kampus,” ujar Prof. Hamdan saat dikonfirmasi pada Jumat (13/12/2024). Ia juga menegaskan bahwa jika ada pelanggaran hukum yang ditemukan, pihak kampus akan mengambil tindakan tegas, termasuk pemberian sanksi akademik.

Di sisi lain, Polres Gowa masih enggan memberikan penjelasan lebih lanjut terkait penggerebekan ini. “Kami masih dalam tahap pengembangan, jika ada konfirmasi dari pihak Reskrim untuk rilis, nanti akan kami sampaikan,” ujar salah seorang perwakilan Polres Gowa.

Kejadian ini tentunya menambah daftar panjang kasus peredaran uang palsu yang semakin meresahkan. Publik kini menunggu perkembangan lebih lanjut terkait siapa saja yang terlibat dalam jaringan ini dan apa yang akan dilakukan pihak berwenang untuk mengungkap tuntas kasus ini.*