Galian C Tanpa Pengawasan Ancaman Upaya Tangani Banjir di Kota Sorong, Masyarakat Merasa Tertekan

Mabesnews.com, KOTA SORONG – Pemerintah Kota Sorong yang tengah melakukan upaya serius mengatasi masalah banjir dengan mengalokasikan dana signifikan untuk pembangunan infrastruktur terkait, dinilai berisiko tidak maksimal. Hal ini akibat operasional pengusaha galian C yang berjalan tanpa pengawasan yang jelas, dengan dampak merugikan masyarakat sekitar.

 

Tim Media yang mendatangi lokasi mendapatkan berbagai keluhan dari warga terdampak debu dan lalu lintas kendaraan galian C diareal gunung botak malanu.

Salah satu warga Malanu yang bernama Gorge M menyampaikan, masyarakat kecil tidak mampu melakukan banyak hal meskipun menginginkan pelaku usaha galian C yang berada di Gunung Botak Malanu bekerja secara profesional dan tidak merugikan orang lain.

Ibu Marlina, pedagang nasi kuning, mengaku dagangannya menjadi sepih. “Karena truk yang terus lalu lalang dan debu semakin banyak, jadi orang kurang minat untuk membeli di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Jamaludin, warga yang memiliki rumah di depan jalan, mengaku kesal dan kecewa. Jalan di depannya rusak dan rumahnya harus selalu ditutup akibat debu, hingga ia harus menyapu dan mengepel hingga tiga kali sehari.

Amir Hamsah mengungkapkan kekhawatiran bahwa mereka saat ini tidak punya kekuatan untuk melawan pihak yang diduga terkait dengan penguasa yang melakukan galian C. Julian juga menambahkan, masyarakat tidak tahu mengapa jalan bisa buka kembali dan aktivitas galian C semakin gencar. “Warga bertanya-tanya ada apa dan siapa yang ada di belakangnya, tapi kami yakin ada orang kuat yang bermain di balik galian C ini,” katanya.

Ada juga warga yang tidak mau menyebutkan nama, hanya berharap dan menunggu respon dari pemerintah kota dan provinsi, termasuk dari DPR kota yang sebelumnya pernah turun ke lapangan. Mereka mempertanyakan apakah warga di kawasan KPR Exsim dan KPR Pepabri Malanu akan terus dibiarkan menderita dan ditindas seperti ini.

Banyak pengusaha galian C diduga telah merusak jalan raya yang tidak dirancang untuk menampung truk dengan muatan over tonase. Selain itu, aktivitas galian juga menghasilkan debu yang menjadi sumber utama penyakit ISPA bagi warga sekitar. Dampak lain yang mengkhawatirkan adalah sedimentasi yang berpotensi memperparah masalah banjir di beberapa wilayah Kota Sorong

Selama ini Masyarakat umum telah menjadi korban utama kondisi ini, menghadapi kerusakan jalan yang menyulitkan mobilitas, risiko kesehatan akibat debu, serta ancaman banjir yang semakin besar meskipun pemerintah telah berinvestasi besar untuk penanggulangannya.

Warga masyarakat setempat yang terdampak langsung polusi udara dan lainnya meminta agar APH bersama Pemerintah segarah menertibkan kegiatan tersebut.

Sampai dengan berita ini diterbitkan, belum ada satupun klarifikasi dari pihak-pihak terkait dalam masalah galian C tersebut kepada awak Media.

 

Agung