Dua Titik Kebakaran Lahan Terjadi di Wilayah Perkebunan Boltim Antara Desa Buyat-Kotabunan, Tanaman Produktif Warga Terdampak

Pemerintah113 views

MabesNews.com, Boltim, Sulut- Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (5/8/2026). Api dilaporkan muncul di dua titik berbeda, yakni di kawasan perkebunan antara Desa Buyat Selatan dan perkebunan Desa Bulawan I.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00 WITA. Titik pertama berada di pinggir ruas Jalan Trans Buyat-Kotabunan, sementara titik kedua berada di perkebunan milik warga.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh adanya oknum yang kemungkinan membuang puntung rokok ke area semak. Dugaan tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Api dengan cepat membesar karena kondisi lahan yang kering. Selain itu, area perkebunan diketahui baru selesai dibersihkan atau dipangkas sehingga terdapat banyak rumput dan material kering yang mudah terbakar.
Tiupan angin kencang turut mempercepat penyebaran api. Kondisi tersebut menyebabkan api menjalar ke sejumlah bagian perkebunan dan mengancam tanaman produktif milik masyarakat.
Dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, sejumlah tanaman produktif warga terdampak dan sebagian dilaporkan hangus dilalap api, di antaranya tanaman kelapa, cengkih, pala, serta berbagai jenis tanaman buah-buahan.
Dalam penanganan pemadaman peristiwa kebakaran lahan perkebunan tersebut, Bupati Oskar Manoppo turun langsung ke lokasi kebakaran untuk meninjau dan memberikan suport kepada tim pemadam, bersama masyarakat, dan api dapat dipadamkan sekitar pukul 17.00 wita.
“Kita turun langsung ke lokasi bersama Tim Damkar, PMI dan Mengerahkan 3 unit mobil untuk pemedakam titik api, dan sampe pukul 17.00 wita sore apa bisa dipadamkan dengan aman dan terkendali. Pemerintah Daerah juga langsung melakukan komunikasi bersama Pihak PT.ASA untuk CSR ASA akan di upayakan untuk Pembelian Damkar Kapasitas 6000 Liter Air, dan untuk menindak lanjutinya pihak perusahaan langsung melaksanakan rapat mendadak untuk mengakomodir apa yg di sampaikan oleh Pemda, dan pada prinsipnya perusahaan sudah oke, tinggal menunggu proposal yang di ajukan oleh Pemda. Pemerintah daerah Berupaya untuk metigasi setiap bencana walaupun ketersediaan sarana apa adanya, sekalugus pemerintah menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan kondisi dan keadaan yang ada jika musim kemarau akan berjalan Lama”, jelas Bupati Oskar Manoppo.
Senada juga disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samsudin Dama. Menurutnya, menyikapi kondisi cuaca kering, angin kencang, serta potensi meningkatnya kebakaran lahan, ia menghimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran.

Masyarakat juga dihimbau agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah, serta tidak membersihkan lahan perkebunan dengan cara membakar dahan, ranting, atau sisa tanaman. Warga yang hendak bepergian juga diimbau memastikan instalasi listrik dan kompor dalam kondisi aman serta mengawasi anak-anak agar tidak bermain menggunakan korek api.
“Dalam kondisi cuaca kering dan angin kencang, api dapat dengan cepat menyebar. Karena itu, kami mengajak sekaligus menghimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran,”terang Ketua DPRD Samsudin Dama.
Terkait adanya upaya Pemerintah Daerah yang langsung melakukan komunikasi bersama Pihak PT.ASA agar CSR-nya dapat digunakan untuk Pembelian Damkar Kapasitas 6000 Liter Air, selaku wakil rakyat yang hari ini menjabat selaku Ketua DPRD Boltim, kami mendukung sepenuhnya upaya Pemda Boltim tersebut, karena keberadaan mobil kebakaran sangatlah penting.”Kami mendukung sepenuhnya upaya Pemda Boltim yang telah mengusulkan pengadaan mobil kebakaran melalui CSR PT. ASA”, jelas Samsudin Dama. (Pusran Beeg)